,

Sulbar-Sulteng Terhubung, PLN Raup Pendapatan Rp 137 Miliar

Posted by

Mamuju, Petrominer – PLN terus meningkatkan keandalan listrik di seluruh pelosok tanah air. Guna mempersiapkan keandalan listrik bagi wilayah Sulawesi, utamanya Sulawesi Tengah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini telah merampungkan pembangunan Interkoneksi Sistem Kelistrikan dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat (Sulbar) sampai dengan Sulawesi Tengah (Sulteng).

Keberhasilan ini ditandai dengan pemberian tegangan serta pengoperasian perdana jaringan transmisi bertegangan 150 kilo Volt (kV). Jaringan trasmisi ini terbentang dari Gardu Induk (GI) 150 kV Mamuju Baru di Kabupaten Mamuju sampai dengan GI 150 kV Topoyo di Kabupaten Mamuju Tengah.

“Pemberian tegangan perdana berhasil dilakukan Kamis dinihari (22/10) pukul 02.22 WITA,” ujar Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara PLN, Syamsul Huda, Jum’at (23/10).

Keberhasilan operasi jaringan transmisi ini menyusul beroperasinya transmisi 150 kV Topoyo – Pasangkayu dan GI 150 kV Topoyo pada awal Oktober 2020 lalu. Interkoneksi Sulbar – Sulteng ini merupakan salah satu bentuk komitmen PLN terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, apalagi di masa kebiasaan baru saat pandemi sekarang.

Huda berharap, dengan peningkatan keandalan, PLN semakin siap menopang kebutuhan listrik bagi segenap masyarakat serta investasi di Pulau Sulawesi sebagai gerbang Kawasan Timur Indonesia (KTI).

Interkoneksi Sulbar-Sulteng terdiri dari 534 menara yang melintas sepanjang 370,16 kilo meter sirkuit (kms) dari Kabupaten Mamuju, Mamuju Tengah, Mamuju Tengah sampai dengan Mamuju Utara.

Secara teknis, Interkoneksi jaringan ini akan membantu evakuasi daya Sulteng yang sebelumnya hanya ditopang melalui jaringan transmisi Poso – Sidera. Selain berada pada kondisi yang rawan terkena abrasi sungai, jaringan transmisi Poso – Sidera juga memiliki akses yang sulit untuk dilakukan pemeliharaan.

“Selain meningkatkan kapasitas pasokan, mutu dan keandalan sistem kelistrikan di Sulawesi Barat – Sulawesi Tengah, secara finansial dengan beroperasinya tol listrik interkoneksi Sulbar – Sulteng berpotensi meningkatkan pendapatan PLN sebesar Rp 137,8 miliar per tahun atau Rp 377 juta per hari,” imbuh Huda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *