Jum'at (1/10), fasilitas Filling Station LNG dan Cargo Dock Bontang secara resmi dioperasikan.

Bontang, Petrominer – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), sebagai Subholding Gas Pertamina, terus mempelopori pengembangan infrastruktur small scale LNG di Kalimantan. Ini merupakan bagian dari upaya untuk mendukung Pemerintah untuk menyediakan energi bersih dan ramah lingkungan secara merata di Indonesia.

Infrastruktur tersebut dibangun oleh anak usahanya, yakni PT Pertamina Gas (Pertagas). Berupa fasilitas Filling Station LNG dan Cargo Dock di Area Kilang PT Badak LNG di Satimpo, Bontang Selatan, Kalimantan Timur. Fasilitas ini mampu melayani kapal pengangkut hingga 50 isotank berukuran 40 feet dalam waktu yang bersamaan.

Filling Station LNG dan Cargo Dock Bontang ini secara resmi mulai dioperasikan, Jum’at (1/10). Seremoni peresmian dihadiri jajaran Direksi PT Badak NGL, Direksi Pertamina Gas serta dihadiri secara virtual oleh Direktur Utama PGN, dan Direktur Logistik dan Infrastruktur PT Pertamina (Persero).

Direktur Utama Pertagas, Wiko Migantoro, menjelaskan bahwa pembangunan fasilitas ini dimaksudkan untuk mendukung niaga LNG anak perusahaan Pertagas, PT Pertagas Niaga, untuk konsumen dengan kebutuhan volume maksimum 3.600 MMBTU per hari. Mulanya, bisnis ini diawali dengan pengiriman LNG skala kecil untuk kebutuhan laundry dan perhotelan di Kota Balikpapan.

“Bisnis ini terus berkembang seiring meningkatnya demand konsumen. Pada tahun 2019, fasilitas Filling Station pertama yaitu Plant 26 berhasil dibangun,” ungkap Wiko.

Hal senada juga disampaikan Direktur Utama PGN, M. Haryo Yunianto. Menurutnya, Filling Station LNG dan Cargo Dock baru ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang terus meningkat.

Filling Station Plant 26 direspons positif oleh industri hingga tidak lagi mencukupi untuk memenuhi demand konsumen. Atas kebutuhan tersebut, Subholding Gas menambah kapasitas filling station dan cargo dock di Bontang. Fasilitas ini dapat diakses dari laut sehingga dapat menjangkau lebih banyak lagi konsumen,” ujar Haryo.

Sementara Direktur Logistik dan Infrastruktur Pertamina, Mulyono, menyampaikan bahwa Pertamina secara konsisten terus melakukan berbagai upaya untuk memastikan ketersediaan energi di seluruh pelosok negeri.

“Penyediaan Fasilitas Filling Station LNG dan Cargo Dock Bontang merupakan jawaban atas situasi dan kondisi geografis Indonesia yang penuh tantangan. Fasilitas ini tentu akan menjadi instrumen penting pendukung pengembangan kawasan industri di wilayah Kalimantan khususnya dan wilayah Indonesia Timur pada umumnya,” ujar Mulyono.

Dengan beroperasinya fasilitas baru ini, maka total kapasitas Filling Station LNG yang dimiliki Subholding Gas menjadi total 32,2 BBTUD, dengan rincian 18,2 BBTUD di Bontang dan 14 BBTUD di Arun. Kini, Subholding Gas Pertamina juga telah mampu menjangkau kebutuhan gas bumi tidak hanya di Kalimantan, tapi juga di Sulawesi, Bali, Maluku dan Papua.

Seluruh upaya ini merupakan dukungan Pertagas untuk merealisasikan komitmen Subholding Gas Pertamina dalam rangka mendukung program pemerintah untuk memberikan jaminan supply energi yang merata, khususnya untuk pengembangan industri di wilayah Indonesia Timur.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here