Stop Konflik, Selamatkan Masa Depan Indonesia

0
1224
Ilustrasi aksi damai di depan gedung DPR RI.

Jakarta, Petrominer – The Indonesian Society of Sustainability Professionals (IS2P) menyampaikan keprihatinan mendalam atas meningkatnya konflik terbuka yang meluas di berbagai kota besar. Kemarahan publik yang dipicu ketidakadilan sosial-ekonomi, penyalahgunaan kewenangan, dan minimnya transparansi pemerintah dan legislatif telah mengubah demonstrasi damai menjadi konflik terbuka.

Menurut Ketua IS2P, Satrio Dwi Prakoso, bentrokan fisik dan perusakan fasilitas umum hingga kehilangan nyawa menjadi tanda bahwa Indonesia berada di titik kritis. Jika tidak segera dipulihkan, dampaknya akan sangat merugikan bangsa dan tujuan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

“Eskalasi ini semakin meningkatkan krisis kepercayaan publik terhadap negara; ketidakstabilan politik yang menghambat demokrasi; dan legitimasi lembaga negara tergerus; berpotensi memicu fragmentasi sosial dan politik,” ungkap Satrio dalam pernyataan tertulis yang diterima PETROMINER, Selasa (2/9).

Dia menyebutkan bahwa risiko intervensi asing meningkat seiring melemahnya posisi tawar Indonesia di kancah internasional. Jika ini berlanjut, reformasi birokrasi, perbaikan tata kelola, dan agenda pembangunan nasional akan terhambat.

Karena itulah, IS2P menyerukan kepada Pemerintah dan Parlemen untuk segera membuka komunikasi dua arah yang transparan terhadap aspirasi masyarakat dalam pengambilan kebijakan.

“Sediakan ruang dialog yang partisipatif, inklusif, dan bebas dari intimidasi. Libatkan masyarakat secara setara agar solusi yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kepentingan bersama,” ujar Satrio.

Sementara kepada aparat keamanan, IS2P menyerukan agar segera menghentikan segala bentuk kekerasan fisik yang melanggar hak asasi manusia dan melindungi warga negara yang menyampaikan pendapatnya. Tindakan represif dan provokatif hanya akan memperdalam krisis kepercayaan masyarakat terhadap negara.

Aparat keamanan juga diminta untuk menegaskan hukum di atas prinsip kesetaraan. Tanpa intervensi politik maupun kepentingan kelompok tertentu, termasuk dalam insiden yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dalam rangkaian demonstrasi di berbagai kota.

“Masa depan kita membutuhkan kerja bersama, komitmen kolektif, dan prioritas pada keberlanjutan serta kesejahteraan rakyat. Mari jaga rumah bersama ini. Mari pulihkan kepercayaan, bangun masa depan, dan pastikan Indonesia tetap adil, kokoh, dan lestari bagi semua,” ujar Satrio.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here