Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Industri Hijau dan Lingkungan Hidup Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Teddy C. Sianturi.

Jakarta, Petrominer – Pemerintah berniat menjadikan Standar Industri Hijau (SIH), yang selama ini masih bersifat sukarela (voluntary), menjadi aturan yang wajib diterapkan (mandatory). Kebijakan ini bukan untuk membebani industri, namun sebaliknya untuk membantu dunia usaha dalam upaya berpihak pada kegiatan industri yang ramah lingkungan.

“Pemerintah ingin dalam beberapa waktu ke depan menjadikan SIH berlaku secara wajib, seperti yang sudah diterapkan dalam hal K3LH (Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lingkungan Hidup),” Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Industri Hijau dan Lingkungan Hidup Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Teddy C. Sianturi, Jum’at (10/11).

Saat ini, jelas Teddy, aturan mengenai pedoman penyusunan SIH tertuang dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 51/M-IND/PER/6/2015. SIH merupakan acuan para pelaku industri dalam menyusun secara konsensus, terkait dengan bahan baku, bahan penolong, energi, proses produksi, produk, manajemen pengusahaan, pengelolaan limbah dan/atau aspek lain yang bertujuan untuk mewujudkan industri hijau.

Permenperin ini, yang merupakan bagian dari amanat UU No. 3 tahun 2014 tentang Perindustrian, menjelaskan bahwa perencanaan penyusunan SIH dilakukan dengan memperhatikan berbagai aspek antara lain kebijakan nasional di bidang standardisasi, perkembangan industri di dalam dan luar negeri, perjanjian internasional, serta kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dalam penyusunan SIH, Pemerintah akan menerapkan sejumlah prinsip di antaranya transparansi dan keterbukaan, konsensus dan tidak memihak, efektif dan relevan, koheren, serta berdimensi pengembangan. “Penyusunan SIH juga harus memperhatikan metode dan jenis verifikasi serta perolehan data yang tepat, benar, konsisten, dan tervalidasi,” tegasnya.

Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian akan mengakomodir dunia usaha agar cepat beralih pada industri hijau dengan memberikan rekomendasi insentif baik fiskal maupun nonfiskal. Seperti misalnya para penerima penghargaan industri hijau akan dapat menikmati suku bunga kredit yang lebih rendah, dibandingkan suku bunga kredit perbankan secara komersial.

Itu sebabnya penyusunan SIH akan dilakukan oleh tim teknis yang dibentuk oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian. Keanggotaan tim teknis tersebut harus mewakili seluruh pemangku kepentingan yang meliputi unsur produsen/asosiasi produsen, konsumen, regulator, dan pakar di bidang yang relevan.

Benefit dari SIH

Menurut Teddy, perusahaan akan memperoleh sejumlah benefit apabila telah memperoleh SIH. Selain memberikan keuntungan langsung dalam bentuk logo, yang nantinya akan memberi nilai lebih apabila produknya diekspor, perusahaan yang memperoleh SIH juga akan diberi kesempatan berpromosi dan bekerjasama dengan para importirnya dengan difasilitasi oleh Pemerintah.

“Mereka akan memperoleh semacam bantuan teknis, dan fasilitas ini sedang diusulkan ke Kementerian Keuangan. Bentuk fasilitas dimaksud antara lain seperti penelitian dan pengembangan, seperti ketika mereka mengganti energi yang selama ini dikonsumsi dengan energi baru terbarukan,” paparnya.

Saat ini, Pemerintah tengah mempersiapkan secara infrastruktur kelengkapan SIH menuju proses penerapannya secara wajib, seperti kesiapan laboratorium pengujian, pemberian sertifikasi industri hijau, termasuk proses audit bagi 12 komoditi yang siap menerapkan SIH. Sampai tahun 2017, sudah ada 24 komoditi yang siap menerapkan SIH antara lain di bidang industri semen, pupuk, besi baja, dan diharapkan tahun 2018, industri plastik siap menerapkan SIH.

Kemenperin berpandangan positif melihat jumlah perusahaan yang memperoleh sertifikat SIH bertambah dari sebelumnya di tahun 2010 yang baru mencapai 68 perusahaan. Tahun 2015, jumlah perusahaan yang memperoleh sertifikat 114 perusahaan. Tahun ini, ini diharapkan jumlah tersebut terus bertambah. Perusahaan yang memperoleh sertifikat tersebut kebanyakan adalah perusahaan yang bergerak di industri manufaktur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here