, ,

Sistem Kelistrikan Lombok Surplus 71 MW

Posted by

Mataram, Petrominer — Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lombok Timur telah memasok listrik sebesar 50 megawatt (MW) ke sistem kelistrikan Lombok. Pasokan listrik ini ditandai dengan penandatanganan operasi komersial (Commercial Operation Date/COD) PT PLN (Persero) bersama PT Lombok Energy Dinamics selaku pengembang.

“Dengan 50 MW tambahan ini, sistem kelistrikan Lombok memiliki cadangan daya sebesar 71 MW,” ujar General Manager PLN Wilayah NTB Mukhtar, usai menandatangani COD PLTU Lombok Timur, Senin (10/4).

Pasokan listrik dari PLTU yang berlokasi di Sambelia, Lombok Timur, itu menambah daya mampu kelistrikan Lombok dari sebelumnya 243 MW menjadi 293 MW. Dengan beban puncak sebesar 222 MW, artinya sistem kelistrikan Lombok saat ini memiliki kelebihan daya sebesar 71 MW.

Mukhtar menegaskan, peningkatan cadangan daya ini tentu akan membuat listrik NTB semakin kuat dan PLN siap untuk mencukupi permintaan pelanggan baru. Langkah ini diharapkan juga bisa meningkatkan rasio elektrifikasi di Lombok.

Pada tahun 2016, rasio elektrifikasi (RE) di NTB telah mencapai 77,68 persen dari target 75,90 persen. Untuk Tahun 2017, RE NTB ditargetkan mencapai 80,01 persen. Sementara hingga bulan Februari, RE NTB telah tercatat mencapai 78,64 persen.

“Kami optimis target tersebut tercapai. Kami berusaha terus meningkatkan RE agar pada tahun 2020 bisa diatas 95 persen, target ini lebih tinggi dari yang dicanangkan Pemerintah yakni 92,7 persen,” paparnya.

Dengan cadangan daya sebesar 71 MW, investor tidak perlu khawatir untuk membangun bisnisnya di Lombok.

“Silahkan bangun bisnisnya di Lombok, investor tidak perlu pusing masalah listrik. Kami siapkan, PLN jamin kelistrikannya,” tegas Mukhtar.

Ke depan, PLN akan terus menambah pembangkit baru. Hal ini dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi NTB. Selain itu, penambahan pembangkit juga dilakukan agar tidak terjadi defisit daya di kemudian hari, mengingat pertumbuhan penggunaan listrik di NTB cukup tinggi.

Pertumbuhan kebutuhan daya dilihat dari beban puncak kelistrikan NTB yang terus mengalami peningkatan rata-rata 12 persen dalam 6 tahun terakhir. Dari total tiga sistem kelistrikan yang ada di NTB, beban puncak pada tahun 2010 hanya sebesar 162 MW, terus meningkat mencapai 309 MW pada tahun 2016.

Beberapa tahun ke depan PLN akan membangun beberapa pembangkit baru, diantaranya PLTU Lombok Peaker berkapasitas 150 MW, PLTMG Sumbawa sebesar 50 MW, PLTMG Bima sebesar 50 MW, PLTU Lombok 100 MW, dan PLTU Lombok 2 sebesar 100 MW.

Penandatanganan berita acara Commercial Operation Date (COD) Pembangkit Listrik tenaga Uap (PLTU) Lombok Timur, Senin (10/4). Penandatangan ini dilakukan oleh General Manager PT PLN (Persero) Wilayah NTB Mukhtar, General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara Djarot Hutabri, dan Direktur PT Lombok Energy Dynamics Bambang Irawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *