Jakarta, Petrominer – Minyak jelantah bisa ditukar dengan emas. Ini pasti mimpi. Bagaimana jika bukan mimpi?

Adalah kolaborasi antara PT Pertamina (Persero) dan PT Pegadaian (Persero) yang berupaya mewujudkan mimpi tersebut. Melalui program tanggup jawab sosial dan lingkungan (TJSL) pengelolaan sampah, Bank Sampah Pertamina akan merubah minyak jelantah menjadi biodiesel dan dikombinasikan dengan Bank Sampah Pegadaian yang mengusung program Memilah Sampah Menabung Emas.

“Dengan inovasi ini, diharapkan bisa menanggulangi permasalahan sampah dan lingkungan, sekaligus juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan mendapatkan nilai keekonomian lebih tinggi,” ujar Corporate Secretary Pertamina, Tajudin Noor, Jum’at (2/10).

Tajudin menjelaskan, kerja sama antara Pertamina dengan Pegadaian dalam hal pengelolaan Bank Sampah merupakan sinergi antar BUMN yang mengedepankan aspek inklusif dan kolaboratif untuk membangun kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah. Melalui program ini, Pertamina dan Pegadaian diharapkan dapat berkontribusi mendukung pemerintah pada pencapaian SDGs poin 7 energi bersih dan terjangkau, poin 8 peningkatan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, poin 12 konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab serta pencapaian SDGS poin 17 revitalisasi kemitraan global.

“Diharapkan ke depan selain lebih peduli terhadap lingkungan, masyarakat juga semakin sadar bahwa sampah juga memiliki nilai ekonomi, sekaligus kami ingin mengedukasi masyarakat untuk bisa lebih ramah lingkungan dengan mengelola sampah,” ujarnya.

Sementara itu, Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman, mengatakan Bank Sampah yang menjadi binaan Pertamina telah berhasil mengolah minyak jelantah menjadi bahan bakar biodiesel bahkan telah mendapatkan sertifikasi, sehingga ada peluang untuk mendukung gerakan energi baru terbarukan (EBT).

“Kolaborasi ini diharapkan akan menarik minat masyarakat untuk mengumpulkan minyak jelantah, terutama ibu-ibu rumah tangga, untuk ditukar dengan tabungan emas,” terang Fajriyah.

SVP Kemitraan Bina Lingkungan Pegadaian, Hertin Maulida, menyampaikan bahwa kerja sama ini diharapkan bisa semakin memaksimalkan potensi pengelolaan Bank Sampah yang dikelola Pertamina maupun Pegadaian.

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Capacity Building Penerima Manfaat Pengelolaan Sampah oleh Masyarakat antara Pertamina dan Pegadaian dilakukan di Sentul, Bogor, Selasa lalu (29/9). Dilakukan VP CSR & SMEPP PT Pertamina Arya Dwi Paramita dan SVP Kemitraan Bina Lingkungan Pegadaian Hertin Maulida. Disaksikan, Asisten Deputi Bidang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Kementerian BUMN Agus Suharyono, Corporate Secretary Pertamina Tajudin Noor serta Direktur Jaringan Operasi dan Penjualan Pegadaian, Damar Lastri Setiawan.

Langkah selanjutnya adalah melakukan Pilot Project di Area Operasi kedua BUMN di Tarakan (Kalimantan Utara) dan Yogyakarta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here