, ,

Sinergi Menuju Sistem Kelistrikan yang Aman dan Andal

Posted by

Cikarang, Petrominer – Schneider Electric menjalin kolaborasi strategis dengan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), untuk mendukung kebijakan ketenagalistrikan nasional. Kerja sama ini menjadi langkah penting dalam mempererat sinergi lintas sektor demi mempercepat adopsi teknologi kelistrikan yang sesuai standar serta memperkuat penerapan instalasi listrik yang aman bagi masyarakat.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Jisman Hutajulu, mengatakan kolaborasi antara Pemerintah dan sektor industri perlu diperkuat untuk mendorong sistem kelistrikan nasional yang lebih aman, andal, dan sesuai standar nasional. Apalagi, kasus kebakaran akibat listrik masih menjadi masalah utama.

“Kebutuhan akan sistem kelistrikan yang aman dan andal semakin mendesak, mengingat penggunaan listrik di masyarakat semakin meningkat dalam era digitalisasi dan automasi,” ujar Jisman di sela-sela kunjungannya ke smart factory Schneider Electric di Cikarang, Jawa Barat, Jum’at (2/5).

Pada tahun 2024, tercatat hampir 2000 kasus kebakaran di Jakarta di mana 60 persen disebabkan oleh listrik.

Sebagai upaya mitigasi, penting untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai penggunaan perangkat Miniature Circuit Breaker (MCB) yang asli dan  berkualitas untuk perlindungan beban lebih dan korsleting. Ada juga Gawai Proteksi Arus Sisa (GPAS) seperti Residual Current Circuit Breaker (RCCB), yang juga dikenal sebagai ELCB, untuk mencegah gangguan arus bocor listrik yang berpotensi bahaya kebakaran dan kesetrum. Hal ini sesuai dengan Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) 2020 dan Peraturan Menteri ESDM No. 7 Tahun 2021.

“Dukungan terhadap keselamatan kelistrikan menjadi bagian penting dalam mendorong terciptanya lingkungan hunian yang aman dan andal. Salah satu elemen kunci dalam memastikan keamanan tersebut adalah penggunaan produk kelistrikan asli dan berkualitas, yang berperan vital dalam mencegah risiko kebakaran akibat instalasi listrik yang tidak memenuhi standar keselamatan,” ungkapnya.

Jisman pun minta perusahaan penyedia peralatan listrik untuk lebih memperhatikan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang diterapkan pada sektor ketenagalistrikan. Penggunaan GPAS menjadi sangat penting untuk mencegah arus bocor, khususnya pada instalasi dengan daya besar, guna memberikan rasa aman dan keselamatan bagi pengguna.

Smart Factory

Dalam kesempatan yang sama, President Director Schneider Electric Indonesia & Timor-Leste, Martin Setiawan, mengapresiasi upaya Ditjen Ketenagalistrikan dalam membangun ekosistem kelistrikan yang berbasis pada standar keselamatan. Transformasi sistem kelistrikan yang lebih aman dan inklusif membutuhkan pendekatan kolaboratif.

“Kami percaya kolaborasi semacam ini dapat semakin diperkuat dengan kontribusi industri. Schneider Electric siap mendukung terciptanya solusi kelistrikan yang andal dan relevan bagi kebutuhan masyarakat Indonesia,” ujar Martin.

Dia menegaskan, Schneider Electric telah memastikan ketersediaan solusi kelistrikan yang memenuhi standar keselamatan nasional dan dapat diterapkan secara luas di berbagai lapisan masyarakat. Ini didukung oleh kapabilitas operasional yang terintegrasi dan supply chain yang solid.

Smart factory Schneider Electric di Cikarang merupakan fasilitas perakitan panel dengan spesifikasi khusus untuk berbagai produk kelistrikan bertegangan rendah hingga menengah, serta menjadi pusat produksi strategis yang melayani pasar domestik dan ekspor.

Pabrik ini juga menjadi simbol komitmen Schneider Electric terhadap keberlanjutan, dengan target mencapai operasi netral karbon (zero carbon operation) pada tahun 2030.

“Pabrik ini telah memperoleh sertifikasi Net Zero CO2 dan seluruh kebutuhan energinya dipenuhi dari sumber energi hijau, 23 persen dari panel surya dan 77 persen dari pembangkit listrik tenaga air. Inisiatif ini mampu mengurangi emisi karbon hingga sekitar 181 ton CO2 per tahun serta menghemat energi sebesar 6.935 kWh per tahun,” paparnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *