Seriusi Lapangan Mature, PHM Dapat Tambahan Produksi 2 ribu BPH

0
83
Salah satu lapangan produksi PT Pertamina Hulu Mahakam yang merupakan bagian dari Regional Kalimantan Subholding Upstream Pertamina.

Balikpapan, Petrominer – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) terus berinovasi menghadapi tantangan dalam mengelola lapangan-lapangan mature. Tercatat, kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) migas ini berhasil menambah produksi minyak secara signifikan.

Senior Manager Production PHM, Robert Roy Antoni, mengatakan blok Mahakam yang dikelola PHM merupakan lapangan-lapangan mature dengan karakteristik sumur yang semakin menantang. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan komitmen PHM untuk terus mencari solusi agar sumur-sumur challenging, atau sumur yang memiliki kompleksitas tinggi dan sebelumnya belum tersentuh, dapat diproduksikan secara optimal.


“Tambahan ini meningkatkan total kontribusi produksi sumur HPPO di operasi PHM menjadi 3.000 bph, termasuk produksi dari satu sumur di lapangan Tambora yang telah beroperasi sejak tahun 2024,” ungkap Robert, Kamis (29/1).

Dia menjelaskan, sumur HPPO memiliki karakteristik khusus, di mana minyak yang diproduksikan memiliki titik tuang (pour point) lebih tinggi dibandingkan temperatur operasi pipa, yakni di atas 25 derajat celcius. Tanpa penanganan khusus, kondisi ini berpotensi menyebabkan minyak menjadi padat dan menghambat aliran pipa produksi.

“PHM menerapkan chemical treatment Pour Point Depressant (PPD) yang mampu menurunkan titik tuang minyak hingga 21 derajat celcius,” papar Robert.

Sementara General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, menyebutkan bahwa keberhasilan memproduksikan sumur-sumur dengan tantangan operasional dan teknikal yang semakin kompleks telah menjadi bagian dari pengalaman dan kompetensi PHM.

Sebelumnya, jelas Setyo, PHM berhasil mengoperasikan 17 sumur minyak beremulsi dengan memanfaatkan fasilitas yang ada di lapangan gas Tunu, Tambora, Sisi Nubi, Peciko, dan South Mahakam, yang secara kumulatif menghasilkan tambahan produksi hingga 5.200 bph berdasarkan pengukuran di kepala sumur. 

Keberhasilan pengembangan sumur HPPO dan sumur beremulsi tersebut menegaskan komitmen PHM untuk terus berinovasi dalam menghadapi tantangan lapangan mature. Dengan tambahan produksi dari sumur HPPO dan beremulsi itu, PHM memasuki tahun 2026 dengan rata-rata produksi minyak mencapai 25 ribu bph, atau sekitar 20 persen lebih tinggi dibandingkan target WP&B yang ditetapkan Pemerintah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here