, ,

Serbuk Gergaji Kayu bisa Naikan Produksi Sumur Migas

Posted by

Bunyu, Petrominer – PT Pertamina EP (PEP) terus melakukan terobosan dan inovasi dalam rangka efisiensi di kegiatan operasional lapangan. Sebagai bagian dari Zona 10 Regional Kalimantan Subholding Upstream Pertamina, PEP Bunyu Field berhasil memanfaatkan limbah serbuk gergaji kayu untuk penanganan lost circulation pada pekerjaan pengeboran serta workover sumur.

PEP Bunyu Well Services Engineer, Evan Sapputro, menjelaskan, lost circulation adalah hilangnya sebagian atau semua fluida komplesi ke dalam formasi atau lubang sumur, sehingga fungsi fluida komplesi untuk menahan tekanan formasi tidak dapat berfungsi dengan baik. Oleh karena itu, perlu adanya penanganan untuk mengatasi permasalahan ini

“Kami menggunakan serbuk gergaji kayu sebagai lost circulation material (LCM). Untuk pengadaan serbuk gergaji tersebut, kami telah bekerja sama dengan kelompok binaan Bank Sampah Manise,” ujar Evan. Minggu (24/10).

Menurutnya, penggunaan serbuk gergaji kayu sebagai LCM mampu mendorong peningkatan produksi minyak dan gas bumi (migas) Bunyu Field. Serbuk gergaji ini terbukti mampu mengatasi lost circulation, sehingga tidak ada penundaan waktu dalam proses pekerjaan workover dan well service.

Sejak Januari 2021, PEP Bunyu Field bersama pengurus Bank Sampah Manise menginisiasi kegiatan ini dengan melakukan survei alat dan bahan. Untuk pengadaan serbuk kayu tersebut, mereka bekerja sama dengan tiga UMKM Mebel yang ada di Desa Bunyu Barat, yakni Mebel Rafi’i, Mebel Sederhana, dan Mebel Gunung Daeng.

Pada periode Juli hingga September 2021, lebih dari 1,1 ton serbuk gergaji kayu telah dimanfaatkan sebagai bahan penanganan lost ciruculation pada pekerjaan pengeboran dan workover sumur.

Senior Manager PEP Bunyu Field, Andry, menjelaskan bahwa pemanfaatan limbah serbuk gergaji kayu ini merupakan salah satu bentuk improvement yang sangat baik dan memiliki nilai manfaat yang sangat besar. Selain menjadi solusi salah satu permasalahan operasional pekerjaan di sumur, inovasi ini juga memberikan manfaat langsung kepada mitra binaan dan kelompok pengrajin kayu di Pulau Bunyu.

Pemanfaatan serbuk kayu dalam operasi pengeboran dan workover sumur ini menjadi program yang selaras dengan visi misi Bank Sampah Manise, yaitu menyerap lebih banyak jenis limbah. Padahal sebelumnya, serbuk gergaji kayu hanyalah sampah organik dan bahkan menjadi limbah yang dimusnahkan dengan dibakar apabila sudah menumpuk.

Kini, Bank Sampah tersebut dapat mengelola jenis limbah lain yang bermanfaat bagi kegiatan operasi Pertamina EP Bunyu Field. Tentunya, limbah ini memberikan manfaat ekonomi bagi pengusaha mebel tersebut, yakni menambah penghasilan bagi mereka sekitar Rp 350.000 setiap bulannya.

Inovasi ini menghasilkan creating shared value (CSV) antara Perusahaan dan masyarakat karena menghasilkan nilai yang bisa dinikmati bersama secara ekonomi, sosial, dan lingkungan sesuai dengan tujuan perusahaan untuk menjalankan bisnis yang berkelanjutan. Inovasi ini pun telah mendapatkan Gold Winner dalam Forum Continuous Improvement Program (CIP) Pertamina Hulu Indonesia (PHI) 2021 oleh Tim Saw Dust PEP Bunyu Field.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *