Salah seorang warga Desa Soligi tengah menunjukkan produk tempe olahan Sentra Produksi RUTE.

Pulau Obi, Petrominer – Kini, para vendor katering untuk karyawan Harita Nickel di Pulau Obi, Halmahera Selatan, tidak lagi jauh-jauh belanja kebutuhan tempe dan tahu. Pasalnya, ada sentra olahan kedelai yang mampu memasok kebutuhan mereka.

Sentra olahan kedelai tersebut dikelola oleh Rumah Usaha Tangguh Ekonomi (RUTE) di Desa Soligi, Kecamatan Obi Selatan. Diresmikan, Sabtu (17/9) lalu, RUTE merupakan realisasi program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat bidang ekonomi Harita Nickel di Desa Soligi.

Head of Community Affairs Harita Nickel, Latif Supriadi, menjelaskan bahwa program RUTE akan menjadi sentra olahan pangan berbahan baku kedelai hulu-hilir pertama di Halmahera Selatan. Apalagi, RUTE memiliki potensi pemasaran yang sangat tinggi dengan pasar utama adalah perusahaan katering di lingkungan Harita Nickel.

“Program RUTE yang memberdayakan belasan ibu-ibu rumah tangga di tiga dusun di Desa Soligi ini berfokus pada optimalisasi komoditas kedelai untuk dijadikan komoditas tempe dan tahu yang ditargetkan bisa mensuplai setiap bulannya 80.000 potong tempe dan tahu untuk kebutuhan konsumsi karyawan Harita Nickel,” jelas Latif.

Setiap bulan, setidaknya ada dua vendor katering di Harita Nickel, yakni PT GDSK dan PT Aden yang membutuhkan tahu dan tempe sekitar 80.000 potong. Dengan kebutuhan sebanyak itu, potensi keseluruan omset yang bisa diraih RUTE bisa mencapai Rp 330 Juta per bulan.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk komitmen keberlanjutan dari Harita Nickel. Sebelumnya, perusahaan ini melakukan pendampingan serta penanaman perdana budidaya kedelai di lahan seluas 2 hektar pada 21 Juli 2022 lalu.

“Saat ini, ada 14 ibu rumah yang menjadi tim penggerak RUTE yang mewakili tiga dusun di Desa Soligi. Tagetnya setelah berproduksi sebanyak-banyaknya, program ini bisa melibatkan warga sesuai mekanisme RUTE,” jelas Latif.

Dukungan Harita Nickel untuk program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (PPM) ini adalah pembentukan dan penguatan kelembagaan. Tidak hanya itu, Harita Nickel juga memberikan peralatan produksi tahu dan tempe, pelatihan pembuatan tahu dan tempe, manajemen produksi dan akses pasar serta demplot budidaya tanaman kedelai.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa RUTE akan berfokus pada pengoptimalan komoditas kedelai, sehingga produk yang dihasilkan pun masih seputar olahan kedelai mulai dari tahu, tempe hingga susu. Hal ini didasari dengan kebutuhan pangan dari kedelai untuk konsumsi karyawan Harita Nickel yang cukup tinggi. Sementara untuk suplainya sendiri sejauh ini masih tergolong terbatas.

“Dan ini menjadi salah satu bagian strategi program One Village One Product (OVOP) yang dikembangkan Harita Nickel” terang Latif.

Sementara itu, Koordinator RUTE, Rusman Baharudin, menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang terlibat, khususnya Harita Nikel, dengan adanya program RUTE yang saat ini menyentuh Desa Soligi.

“Dengan adanya program RUTE ini masyarakat mendapatkan banyak hal positif terutama soal keterampilan dan kewirausahaan,” kata Rusman.

Dia berharap program ini bisa membawa perubahan yang signifikan untuk Desa Soligi dalam berbagai lini kehidupan dan bisa terus memberikan manfaat ke masyarakat desa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here