Jakarta, Petrominer – Hari ini (Selasa, 9 Juni 2020), PT Medco Energi Internasional Tbk. (MedcoEnergi) genap berusia 40 tahun. Pendiri MedcoEnergi, Arifin Panigoro, memulainya dengan bisnis pengeboran migas pada tahun 1980.
Berawal dari mimpi untuk menjadi bagian dalam meningkatkan posisi perusahaan Indonesia setaraf dengan perusahaan minyak dan gas bumi (migas) internasional, pendiri Medco Group, Arifin Panigoro, memulainya dengan bisnis jasa pengeboran migas bernama Meta Epsi Pribumi Drilling Company pada Juni 1980.
“Mimpi Arifin Panigoro adalah agar rig migas berbendera Indonesia juga berkibar di lapangan-lapangan migas Tanah Air,” ujar Direktur Utama MedcoEnergi, Hilmi Panigoro.
Kini, dalam kiprahnya selama 40 tahun, MedcoEnergi telah mampu bersaing dengan perusahaan terkemuka di dunia dalam mengoperasikan bisnis energi di tengah berbagai tantangan. Perusahaan pun terus berkembang dengan fokus pada bisnis minyak & gas bumi (migas), ketenagalistrikan serta pertambangan tembaga dan emas.
MedcoEnergi mengeksplorasi dan memproduksi migas terutama di Indonesia. Kehadirannya diperluas di Asia Tenggara. Kelompok usaha MedcoEnergi juga mengoperasikan pembangkit listrik tenaga gas, panasbumi dan air di Indonesia melalui Medco Power Indonesia dan kepemilikan non-konsolidasi di Amman Mineral Nusa Tenggara yang mengoperasikan tembaga besar Indonesia dan tambang emas
Kesuksesan MedcoEnergi kembali terbukti dengan berhasilnya akuisisi Blok B Laut Natuna Selatan, perusahaan tembaga dan emas, Newmont Nusa Tenggara dan Ophir Energy plc. Ekspansi ini memperkuat posisi MedcoEnergi sebagai perusahaan energi terkemuka di Asia Tenggara.
Melalui akuisisi Ophir Energy plc pada tahun 2019, MedcoEnergi saat ini diakui sebagai perusahaan sumber daya alam terkemuka di Asia Tenggara. Ukurannya adalah tingkat produksi migas di atas 100.000 barrel oil eqivalent per day (BOEPD).
“Saya bangga, memasuki usianya ke-40, Perusahaan mengukuhkan kekuatannya usai menyelesaikan proyek pengembangan Blok A, Aceh dan akuisisi Ophir Energy, sehingga menempatkan MedcoEnergi sebagai perusahaan energi dan sumber daya alam terkemuka di Asia Tenggara,” ujar Hilmi.

Memasuki tahun 2020, MedcoEnergi menghadapi tantangan luar biasa akibat pandemi Covid-19 dan anjloknya harga minyak dunia. Perusahaan ini komitmen untuk terus melakukan apa yang selalu dilakukannya, yaitu beradaptasi dengan lingkungan yang berubah dan terus menghasilkan energi yang aman dan terjangkau bagi negara-negara di mana mereka beroperasi.
Fokus utamanya adalah memperkecil risiko penyebaran virus dengan menjaga keselamatan dan kesehatan pekerja dan kontraktor, serta meminimalkan dampaknya terhadap operasional di seluruh wilayah kerja. Sebagai bagian dari anak bangsa, MedcoEnergi bersama Pemerintah dan masyarakat bahu-membahu melawan penyebaran Covid-19 serta dampak sosial dan ekonominya.
“Kami tengah menghadapi masa yang penuh tantangan. Penurunan permintaan energi yang cepat dalam menghadapi peningkatan produksi minyak merupakan tantangan bagi industri. Namun, dengan tekad dan pengalaman serta komitmen terhadap tanggung jawab sosial dan lingkungan, MedcoEnergi akan mendukung Pemerintah untuk menjaga pasokan energi nasional sambil terus tumbuh seperti yang sudah dibuktikan selama 40 tahun penjalanannya,” ungkap Hilmi.
MedcoEnergi berkomitmen untuk menjaga keselamatan di wilayah kerja serta menjaga keberlangsungan bisnis dengan mematuhi protokol kesehatan dan keselamatan Covid-19 dari Pemerintah. Perusahaan ini telah mendukung masyarakat di wilayah operasi dalam memerangi Covid-19 dengan menyalurkan bantuan senilai miliaran rupiah dari dana perusahaan dan kontribusi Pekerja yang telah didistribusikan oleh Medco Foundation.
“Perlengkapan medis dan kebutuhan pokok lainnya telah didistribusikan dan juga fasilitas laboratorium di Rumah Sakit Kanker Dharmais. Fasilitas ini dibangun untuk mendukung Pemerintah dan masyarakat guna mempercepat hasil tes Covid-19,” jelasnya.








Tinggalkan Balasan