Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutan secara virtual pada acara serah terima Presidensi B20 dari Italia ke Indonesia, Jum’at (8/10).

Jakarta, Petrominer – Indonesia secara resmi telah menerima Presidensi Business 20 (B20) periode tahun 2022. Estafet Presidensi B20 ini diserah terimakan oleh Italia pada gelaran B20 Summit di Roma, Italia, 7-8 Oktober 2021.

“Indonesia siap menjalankan tugas sebagai Presidensi G20 tahun 2022. Saya optimis tahun ini kita akan bisa mulai pulih, tahun depan kita bisa recover stronger, dan kita bisa recover together,” ujar Presiden Joko Widodo pada acara serah terima Presidensi B20, Jum’at (8/10).

Menurut Presiden Jokowi, Indonesia akan fokus kepada tiga visi utama. Pertama, mengupayakan pemulihan dan pertumbuhan yang kolaboratif, di mana Indonesia akan memfasilitasi kerjasama antar negara untuk mencapai pemulihan yang kuat dan merata. Kedua, mendorong terciptanya ekonomi global yang inovatif, di mana Indonesia mendukung percepatan adopsi teknologi dan inovasi industri. Dan ketiga, mewujudkan masa depan yang inklusif dan berkelanjutan, di mana Indonesia siap memberdayakan perempuan dan UMKM untuk memaksimalkan potensi ekonomi global, serta mendukung ekonomi yang suportif terhadap keberlangsungan bumi.

Untuk mendukung Presidensi B20 Indonesia ini, dibentuklah tujuh gugus tugas (Task Force) atau Action Council yang meliputi trade and investment, future of work and education, finance & infrastructure, energy, climate and sustainability, integrity and compliance, serta women in Business Action Council. Pembentukan gugus tugas ini untuk memastikan rekomendasi kebijakan yang diberikan bersifat inklusif, berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan dan pemulihan ekonomi, baik Indonesia maupun negara-negara G20 lainnya.

Dalam upaya pemenuhan visi ini, B20 Indonesia akan mengupayakan rekomendasi kebijakan saling menguntungkan dalam ekosistem global, pertumbuhan yang dinikmati oleh semua lapisan masyarakat, serta menyeimbangkan antara momentum jangka pendek dengan dampak jangka panjang. B20 adalah sebuah forum dialog global yang terdiri dari para pebisnis dunia, khususnya pebisnis negara-negara G20.

Presidensi B20 menjadi momentum tersendiri bagi Indonesia, dengan menampilkan langkah-langkah reformasi struktural di tengah pandemi, seperti terbitnya UU Cipta Kerja dan Indonesia Investment Authority (Souvereign Wealth Fund). Sehingga, pada gilirannya, akan meningkatkan confidence Investor Global, membantu percepatan pemulihan ekonomi dan mendorong kemitraan ekonomi pada tingkat global yang saling menguntungkan.

Rangkaian kegiatan B20 Indonesia akan resmi dimulai pada 24-25 Januari 2022 melalui kegiatan Inception Meeting. Selanjutnya, rangkaian pertemuan tingkat task force dan side event akan berlangsung sepanjang tahun 2022. Pertemuan akan mencapai puncaknya dalam B20 Indonesia Summit yang rencananya digelar pada 20-21 Oktober 2022 di Bali.

Pertemuan tingkat tinggi ini akan mengundang delegasi bisnis perwakilan dari 6,5 juta komunitas bisnis global negara-negara anggota G20. Indonesia mengharapkan dukungan dari semua negara anggota G20 dan komunitas bisnis bisa ikut mensukseskan agenda prioritas Presidensi.

Pemerintah Indonesia secara resmi menunjuk Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) menjadi penanggung jawab penyelenggara Forum B20 tahun 2022. KADIN bersama B20 Indonesia akan menjadi wakil dari para pebisnis B20 global untuk menjembatani dialog antara B20 dengan Pemerintah Indonesia yang mewakili suara dari negara-negara yang akan ikut serta dalam G20.

“Dengan membaiknya ekonomi dunia pasca pandemi dan dimulainya masa new normal, komunitas bisnis global sebagai pemangku kepentingan di G20 perlu memastikan proses pemulihan ekonomi yang ada terlaksana secara inklusif, berkelanjutan, dan memiliki ketahanan terhadap kondisi tidak terduga. Saatnya bagi para pebisnis G20 untuk mengambil tindakan yang menjamin pemerataan kesejahteraan dan inklusivitas ekonomi bagi semua. KADIN Indonesia merasa terhormat atas kesempatan menjadi fasilitator bagi penyelenggaraan B20 Summit di Indonesia,” ujar Ketua Umum KADIN Indonesia, M. Arsjad Rasjid.

Shinta Widjaja Kamdani, selaku Koordinator Wakil Ketua Umum III Kadin dan CEO Sintesa Group, telah dipilih untuk menjabat sebagai Ketua B20 Indonesia pada masa Presidensi kali ini. Dia pun menyatakan optimismenya atas tugas tersebut.

Dalam Presidensi B20 ini, Indonesia meneruskan estafet kepemimpinan dari B20 Italia, sehingga KADIN Indonesia menyatakan posisi Indonesia sebagai negara berkembang (emerging country) menciptakan penekanan dan pendekatan yang berbeda, dengan mengedepankan keseimbangan antara kebutuhan pemulihan negara maju dan negara berkembang.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here