Serpong, Petrominer – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menegaskan bahwa Pemerintah berharap adanya kenaikan konsumsi listrik perkapita nasional menjadi 1.200 kilo watt hour (kWh) pada tahun 2019. Kenaikan ini seiring dengan kehidupan masyarakat yang semakin modern.

Kehidupan semakin modern, listriknya pun semakin lama semakin besar Estimasi dari konsumsi listrik perkapita sekarang masih sekitar 1.050 kWh per kapita, dan diharapkan bisa naik menjadi 1.200 kWh per kapita.

“Hingga semester I 2018, konsumsi listrik perkapita nasional baru mencapai sekitar 1.050 kWh perkapita,” ujar Jonan dalam acara pembukaan pameran dan seminar Hari Listrik Nasional (HLN) ke-73 dan Power Gen Asia 2018, Selasa (18/9).

Sejalan dengan target tersebut, menurut Menteri ESDM, Pemerintah berencana menerbitkan peraturan tentang kendaraan listrik, yang salah satu tujuannya untuk mendongkrak konsumsi listrik.

“Pemerintah sedang merancang adanya peraturan tentang kendaraan listrik. Mudah-mudahan kalau ini bisa selesai, bersaing sih dengan kendaraan yang konvensional, hybrid, atau fossil fuel based vehicle, supaya makin lama lingkungan makin bersih,” jelasnya.

Selain itu, Jonan juga mengimbau kepada PT PLN (Persero) untuk mempromosikan penggunaan kompor listrik kepada pelanggan baru atau pelanggan yang ingin mengonsumsi listrik yang lebih tinggi. Apalagi, Pemerintah kini mendorong penggunaan kompor listrik, supaya selain dapat meningkatkan konsumsi listrik, juga dapat mengurangi impor Liquefied Petroleum Gas (LPG).

“Pemerintah mendorong penggunaan kompor listrik, supaya konversi dari kompor LPG. Kan kompor listrik, kompor induksi itu sekarang murah sekali. Harganya saya kira Rp 300-500 ribu, mestinya terjangkau, kalau tidak terjangkau, ditawarkan dengan sistem cicilan oleh PLN, sehingga bisa mengurangi impor LPG nasional,” tuturnya.

Hari Litrik Nasional

Pameran internasional Hari Listrik Nasional ke-73 dan POWER-GEN Asia 2018 digelar oleh PennWell bekerjasama dengan Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI). Acara energi berskala internasional ini diselenggarakan hingga 20 September 2018.

Menurut Ketua Umum MKI, Supangkat Iwan Santoso, keberlanjutan sektor ketenagalistrikan adalah salah satu penggerak utama perekonomian dan pembangunan nasional Indonesia. Peran pihak swasta dan pemerintah pun sangatlah penting dalam memastikan keberlanjutan pasokan listrik di seluruh Indonesia.

“Kecukupan pasokan listrik akan memastikan industri yang terus bertumbuh, harmonisasi antara perkotaan dan area terpencil (akses komunikasi, penerangan dan transportasi) yang lebih baik serta meningkatnya pendapatan negara,” jelas Supangkat.

Dia juga menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan listrik sangat tergantung pada ketersediaan energi yang dibutuhkan, sehingga sinergi pemanfaatan energi fosil (batu bara, gas bumi dan minyak bumi) dengan energi terbarukan dan energi baru makin penting demi menjamin keberlanjutan pertumbuhan sektor ketenagalistrikan Indonesia.

“Hal ini menandakan tingkat kesadaran yang tinggi di antara para pemangku kepentingan dalam mendukung inisiatif terkait perkembangan sektor ketenagalistrikan nasional,” jelasnya.

Sementara Direktur Acara POWER-GEN Asia, Heather Johnstone, menyebutkan bahwa menjamin ketersediaan energi bagi keberlanjutan sektor ketenagalistrikan harus disesuaikan dengan kecepatan peningkatan kebutuhan energi nasional, seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan jumlah penduduk.

“Ketersediaan energi memegang peranan penting dalam mendukung pembangunan perekonomian negara, sehingga PennWell merasa terhormat dapat bekerjasama dengan MKI dalam menyelenggarakan acara ini di Indonesia dan memberikan pemahaman lebih dalam kepada para pemangku kepentingan yang diharapkan akan ditindaklanjuti dengan langkah nyata yang berguna bagi pengembangan sektor ketenagalistrikan Indonesia,” ujar Heather.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here