Setelah 10 hari dukung salurkan BBM di Palu, Sulawesi Tengah, 22 Relawan Operator SPBU kembali ke Balikpapan, Kalimantan Timur.

Balikpapan, Petrominer – Setelah bertugas mendukung normalisasi penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di lokasi bencana sejak Minggu lalu, para operator SPBU dari beberapa wilayah di Kalimantan Timur kembali ke Kota Balikpapan, Selasa (9/10). Mereka adalah relawan operator SPBU yang dikirim pertama untuk menggantikan operator SPBU di kota Palu.

Rombongan relawan tersebut tiba di Base Operation Lanud Dhomber Balikpapan setelah menempuh perjalanan udara menggunakan pesawat hercules milik TNI Angkatan Udara. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Retail Fuel Marketing Manager Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VI Kalimantan, Muhamad Resa.

Resa menjelaskan bahwa Pertamina MOR VI merupakan unit operasi Pertamina yang pertama kali mengirimkan relawan operator SPBU ke lokasi bencana. Sejumlah 22 orang relawan dikirimkan guna menggantikan operator SPBU Kota Palu yang tengah berduka dan menjadi korban. Para relawan ini membantu pemulihan penyaluran BBM kepada masyarakat.

“Alhamdulillah relawan yang kami kirimkan pulang dengan selamat dan telah menjalankan tugas dengan sangat baik. Dari awal tiba, para relawan langsung terjun ke beberapa SPBU untuk menyalurkan BBM kepada masyarakat,” katanya.

Menuru Resa, pada awal-awal pemulihan paska bencana memang terdapat kendala dalam penyaluran BBM. Beberapa bangunan dan fasilitas SPBU yang rusak hingga fokusnya para petugas SPBU setempat dalam menyelamatkan diri dan keluarga menjadi beberapa alasan sempat terhambatnya operasional SPBU.

Mengatasi hal tersebut, Pertamina memutuskan untuk mengirimkan bantuan operator SPBU dari beberapa wilayah guna memperlancar penyaluran yang sempat dilakukan menggunakan pompa manual. Hingga saat ini telah beroperasi 10 SPBU di Kota Palu yang bahkan buka hingga 24 Jam.

“Selain fokus kepada pengiriman bantuan logistik untuk para korban, sebagai perusahaan yang bertugas menyalurkan energi untuk masyarakat, fokus kami adalah menjamin ketersediaan BBM dan LPG di lokasi bencana. Kehadiran relawan operator SPBU ini telah berhasil mempercepat normalisasi penyaluran BBM,” jelas Resa.

Terkait jaminan operasional SPBU di Palu, setelah memulangkan relawan operator SPBU dari Kaltim, Resa menyatakan bahwa Pertamina MOR VI saat ini tengah mengirimkan 15 orang relawan baru yang berasal dari Kalimantan Barat.

Para relawan ini telah dibekali basic survival kit dan upskilling untuk bertahan dalam keadaan darurat. Selain itu, Pertamina juga telah melakukan rangkaian medical check up guna memastikan kesiapan fisik dari para relawan.

Sementara itu, Eko Sirajudin, salah satu relawan, menuturkan bahwa menjadi relawan di Kota Palu merupakan pengalaman yang sangat berharga. Dia pun menyatakan bersyukur tugas yang diemban dapat mendukung upaya pemulihan Kota Palu pasca bencana.

“Saya berangkat dengan niat tulus membantu masyarakat di Sulteng. Berat sekali rasanya melihat kondisi bencana yang parah saat kami pertama kali tiba. Alhamdulillah kondisi mulai berangsur pulih dan semoga apa yang kami lakukan bisa memberikan manfaat bagi saudara kami di Palu,” ungkap Eko.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here