, ,

Ramah Lingkungan, PHI Sukses Turunkan Emisi GRK

Posted by

Jakarta, Petrominer – PT Pertamina Hulu Indonesia, sebagai Regional Kalimantan Subholding Upstream Pertamina, berhasil melewati Semester I Tahun 2021 dengan kinerja yang baik dalam berbagai aspek. Salah satunya terus melakukan pengelolaan operasi migas ramah lingkungan dengan berhasil menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK).

“Tahun 2020 lalu, saja PHI berhasil menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 2.468.578 ton CO2,” ujar Sr. Manager HSSE Regional Kalimantan, Benyamin Argubie, Jum’at (3/9).

Benyamin menyatakan bahwa PHI menyadari pentingnya operasi yang selamat dan ramah lingkungan bagi Perusahaan dan juga seluruh pemangku kepentingan, khususnya yang berada di wilayah Kalimantan. Malahan, perhatian dan komitmen PHI dan seluruh entitas Perusahaan yang ada di bawahnya sangat besar terhadap dampak lingkungan, yang diakibatkan dari pembuangan emisi gas rumah kaca dari kegiatan operasi Perusahaan.

“Tidak hanya terus berusaha mengurangi dampak lingkungan di wilayah Kalimantan saja, PHI juga turut andil dalam mendukung kebijakan dan program pemerintah untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen pada tahun 2030 melalui penggunaan Energi Baru dan Terbarukan (EBT),” ungkapnya.

Memasuki semester II tahun 2021 ini, PHI telah mencatat keberhasilan sebesar 13 persen penurunan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan setahun lalu. Inisiatif-inisiatif yang dilakukan PHI sejalan dengan beberapa kegiatan/sektor yang diusungkan oleh Menteri ESDM untuk penurunan emisi gas rumah kaca ini.

Pertama, terkait kegiatan transportasi dengan melakukan penghematan penggunaan bahan bakar avtur melalui optimasi penerbangan helikopter.

Kedua, terkait sektor bangunan. PHI melalui salah satu entitasnya itu PT Pertamina Hulu Mahakam telah berhasil memperoleh Sertifikat Green Building untuk gedung Mahakam Training Centre (MTC) yang diberikan oleh Excellence in Design for Greater Efficiencies (EDGE) pada 22 Juli 2021. Melalui berbagai penggunaan teknologi berbasis ramah lingkungan di dalam Gedung MTC ini mampu menurunkan beban emisi sebesar 7,45×10-8 Ton CO2 eq.

Ketiga, terkait penggunaan bahan bakar solar. Di beberapa area operasinya, PHI melakukan substitusi sumber energi bahan bakar solar di fasilitas pembangkit tenaga listriknya, yang sebelumnya menggunakan diesel genset menjadi energi listrik dari PLN, selain itu dilakukan juga efisiensi fasilitas solar power plant menggunakan natural gas flow.

“Seluruh inisiatif dan inovasi program yang sudah dijalankan akan terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai wujud komitmen PHI untuk terus menjalankan kegiatan operasi migas yang selamat dan ramah lingkungan, serta menghasilkan energi yang dibutuhkan untuk mendukung pembangunan Indonesia,” jelas Benyamin.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *