Pura Mangkunegaran, Cagar Budaya Pertama Manfaatkan REC PLN

0
851
Istana Pura Mangkunegaran menjadi Cagar Budaya pertama gunakan listrik EBT melalui REC PLN.

Surakarta, Petrominer – Pura Mangkunegaran di Surakarta, Jawa Tengah, menjadi cagar budaya pertama yang memakai Renewable Energy Certificate (REC) dari PT PLN (Persero). Langkah ini sebagai komitmen mendukung pemerintah dalam transisi energi dan menuju masa depan bumi yang lebih hijau.

Raja Mangkunegara X, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara X, menjelaskan bahwa langkah Pura Mangkunegaran memakai REC milik PLN ini sebagai bentuk komitmen Istana Mangkunegaran dalam mendorong masifnya penggunaan energi bersih. Sebagai pusat kebudayaan, Mangkunegaran juga ingin berkontribusi dalam isu lingkungan.

“Kenapa kita melakukan ini, karena Mangkunegaran sebagai pusat budaya harus terus berkembang, salah satunya memperhatikan dan menjawab isu yang berkembang selama ini. Melalui penggunaan energi bersih sebagai sumber energi listrik Istana Mangkunegaran turut berkontribusi dalam pengurangan emisi karbon,” ujar KGPAA Mangkunegara X, Rabu (21/12).

Dia menilai sebagai warisan cagar budaya, Pura Mangkunegaran tidak hanya berfokus kepada pelestarian kebudayaan tetapi juga kepada pelestarian lingkungan. Pura Mangkunegaran juga akan menanamkan pesan-pesan penggunaan energi bersih berdampingan dengan pesan pelestarian kebudayaan sehingga masyarakat lebih perhatian terhadap isu lingkungan.

“Ke depan kami berharap akan semakin banyak pihak khususnya dari kalangan anak muda yang peduli dan mendukung gerakan penggunaan energi hijau ini dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari hari. Selanjutnya, mereka juga dapat menularkan semangat ini kepada generasi muda lainnya,” ungkap KGPAA Mangkunegara X.

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan siap mendukung langkah Istana Mangkunegaran untuk menggunakan energi bersih melalui REC. Sebagai dukungan terhadap langkah baik tersebut, PLN pun telah menyerahkan 20 unit REC atau setara dengan 20 MWh listrik bersih.

“Kami siap mendukung langkah baik Kanjeng Gusti untuk membawa Istana beralih ke sumber energi bersih. Istana Pura Mangkunegaran menjadi cagar budaya pertama yang memakai energi REC dari PLN,” ujar Darmawan.

Pura Mangkunegaran tak hanya sebagai cagar budaya saja tetapi juga menjadi bagian dari wadah edukasi kepada masyarakat. Dengan REC, Istana Mangkunegaran ini bisa menjadi pusat peradaban yang berlandaskan energi hijau.

“Sehingga diharapkan, ke depan Pura Mangkunagaran ini menjadi kawasan wisata edukasi budaya yang memadukan unsur klasik dan modernisasi, melestarikan dan mengembangkan kebudayaan Jawa dan mampu menjadi rujukan bagi masyarakat untuk mempelajari adat-istiadat, pengetahuan, norma dan kesenian Jawa,” ucapnya.

Sertifikat REC PLN untuk Pura Mangkunegaraan, Surakarta, Jawa Tengah.

Darmawan menjelaskan, REC merupakan salah satu inovasi produk hijau PLN untuk mempermudah pelanggan dalam mendapatkan pengakuan atas penggunaan EBT yang transparan, akuntable dan diakui secara internasional serta tanpa harus mengeluarkan biaya investasi untuk pembangunan infrastruktur. REC yang diserahkan ke Pura Mangkunegaran bersumber dari PLTP Kamojang.

“Melalui REC, PLN menghadirkan opsi untuk pemenuhan target sampai dengan 100 persen penggunaan energi terbarukan. Cara pembeliannya pun relatif mudah dan cepat,” ungkapnya.

Darmawan juga memastikan energi yang digunakan pelanggan berasal dari pembangkit listrik berbasis EBT yang diverifikasi oleh sistem tracking internasional. Saat ini, pembangkit green energy milik PLN yang terdaftar adalah Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang dengan kapasitas 140 MW, PLTP Lahendong 80 MW dan PLTA Bakaru 130 MW, atau setara 2.500.000 MWh per tahun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here