Sail Away Ceremony berlangsung di fasilitas PT Asta Rekayasa Unggul di Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, dan tersambung secara daring melalui aplikasi MTeams.

Balikpapan, Petrominer – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) melaksanakan Sail Away Ceremony (upacara peluncuran ke laut) Proyek Peciko 8A di fasilitas PT Asta Rekayasa Unggul di Kecamatan Samboja, Kab. Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Kamis (17/9).

Proyek senilai US$ 15,3 juta ini resmi dimulai pada 31 Oktober 2019 lalu dan dikerjakan oleh kontraktor lokal Kalimantan Timur, dengan melibatkan 100 persen pekerja lokal. Seluruh pekerjaan direncanakan selesai di bulan Nopember 2020.

Dengan sail away ini berarti tahap fabrikasi telah selesai dan segera memasuki tahap offshore installation, yakni pemasangan booster compressor dan berbagai komponen pendukungnya, serta modifikasi anjungan di anjungan SWP-G lapangan Peciko, blok Mahakam. Selanjutnya commissioning dan start-up.

Direktur Teknik Lingkungan Ditjen Migas, Kementerian ESDM, Adhi Wibowo, sangat mengapresiasi kerja seluruh tim dalam Proyek Peciko 8A ini karena tetap menjalankan tugas dengan baik meski di tengah pandemi. Dia juga menyatakan bangga karena pekerjaan fabrikasi ini digarap 100 persen oleh perusahaan lokal di Kalimantan Timur, dengan tingkat kandungan dalam negeri hingga 52 persen.

Sementara Deputi Operasi SKK Migas, Julius Wiratno, menyambut baik upaya PHM untuk terus mempertahankan tingkat produksi di blok Mahakam. Apalagi, hal itu juga menjadi bagian dari upaya SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dalam merealisasikan pencapaian target produksi minyak 1 juta barel per hari (BOPD) dan gas ke 12.000 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) pada 2030.

“Dengan fasilitas tambahan ini, diharapkan upaya mempertahankan penyediaan gas sebesar 8 MMSCFD dapat tercapai dan akan terjadi penambahan produksi di lapangan Peciko sebesar 7,3 miliar standar kaki kubik (BSCF) gas dan 18,4 ribu barel (Mbbls) kondensat,” ujar Julius.

Dia juga menerangkan bahwa Proyek Peciko 8A ini merupakan hasil implementasi dari strategi pertama SKK Migas, yakni Mempertahankan Tingkat Produksi Eksisting.

Dalam Proyek Peciko 8A ini, sumur-sumur di anjungan SWP-G yang sudah berada di fase low pressure, tekanan gasnya diturunkan lagi menjadi low low pressure agar dapat tetap berproduksi lebih lama. Booster compressor digunakan untuk mendorong gas yang keluar menuju ke fasilitas pemrosesan di lapangan Senipah-Peciko-South Mahakam (SPS).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here