Tokyo, Petrominer – INPEX Corpooration, melalui anak perusahaannya INPEX Masela, Ltd. (INPEX Masela), mengumumkan telah resmi memulai tahap Front-End Engineering and Design (FEED) untuk Proyek LNG Abadi di blok Masela. Pekerjaan FEED ini mencakup peninjauan dan penetapan spesifikasi fasilitas yang memproduksi dan memproses hidrokarbon dari lapangan gas Abadi, serta kilang LNG di daratan (OLNG).
Dalam siaran pers yang diterima PETROMINER, Senin (4/8), perusahaan migas asal Jepang itu menyampaikan bahwa pekerjaan FEED terbagi menjadi empat paket utama, yaitu (1) OLNG, (2) Floating Production Storage and Offloading (FPSO), (3) Subsea Umbilicals, Risers and Flowlines (SURF), dan (4) Gas Export Pipeline (GEP). Saat ini, INPEX telah memberikan kontrak paket SURF, GEP, dan FPSO.
Paket kontrak FPSO akan menggunakan metode “dual FEED”, yaitu melibatkan dua konsorsium kontraktor yang bekerja secara bersamaan namun terpisah untuk menciptakan tender yang kompetitif. Melalui metode ini, pekerjaan FEED dan Engineering, Procurement, and Construction (EPC) akan diberikan kepada konsorsium yang sama, di mana pelaksanaan EPC akan diberikan kepada konsorsium yang menyampaikan penawaran EPC terbaik dari sisi teknis dan komersial setelah menyelesaikan jasa FEED.
“Metode dual FEED ini juga akan diterapkan untuk paket kontrak OLNG, di mana pemilihan kontraktor dan finalisasi kontrak akan dilakukan sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” tulis siaran pers tersebut.
Pekerjaan FEED untuk FPSO dual FEED akan digarap oleh Konsorsium PT Technip Engineering Indonesia (kontraktor utama), PT Technip Indonesia dan PT JGC Indonesia, serta konsorsium PT Saipem Indonesia (kontraktor utama), PT Tripatra Engineers & Constructors, dan PT Tripatra Engineering, PT McDermott Indonesia. Sementara pekerjaan FEED GEP dan SURF dikerjakan oleh PT Worley SEA Indonesia.
Di blok Masela, INPEX bertindak sebagai operator. Mitra lainnya adalah PT Pertamina Hulu Energi Masela (PHE Masela) dan PETRONAS Masela Sdn. Bhd. (PETRONAS Masela). Volume produksi LNG tahunan dari proyek Abadi diperkirakan mencapai 9,5 juta ton, setara dengan lebih dari 10 persen impor LNG tahunan Jepang.
Proyek ini diharapkan dapat berkontribusi dalam memperkuat ketahanan energi di Indonesia, Jepang, dan negara Asia lainnya, serta menyediakan pasokan energi bersih yang stabil dalam jangka panjang. Hal ini didukung oleh karakteristik lapangan gas yang unggul dan cadangan yang melimpah, sehingga memungkinkan pengembangan secara efisien, serta adanya komponen CCS (Carbon Capture and Storage) dari proyek ini.








Tinggalkan Balasan