,

Program Andalan UP Suralaya di Bidang Lingkungan

Posted by

Cilegon, Petrominer — Sejumlah program telah dijalankan oleh Unit Pembangkitan (UP) Suralaya untuk tetap menjadi pembangkit yang ramah lingkungan. UP Suralaya juga terus meningkatnya raihan penghargaan di bidang lingkungan hidup.

Kepala Satuan Komunikasi PT PLN (Persero), I Made Suprateka, menjelaskan, UP suralaya memiliki kebijakan dan rencana stategis perusahaan untuk terus melakukan pengurangan pencemararan secara berkesinambungan. Dengan komitmen manajemen dan seluruh pegawai, perusahaan telah berhasil menurunkan kadar emisi dari 2012- 2015 sebesar 1,063,401 Ton CO2 setara dengan penurunan emisi CO2 oleh 490 ribu pohon beringin besar.

“UP Suralaya juga telah berhasil mengurangi jumlah hasil limbah berupa fly Ash dan Bottom Ash,” ujar I Made di sela-sela menerima kunjungan sejumlah fotografer media, Kamis (19/5).

Dia menyebutkan, ada dua program andalan dari UP Suralaya sebagai upayanya menjadi pembangkit yang ramah lingkungan dan mengurangi emisi pembangkit, yakni program rehabilitasi dan uprating boiler unit 1-2 UP Suralaya, dan program pengembangan mikroalga sebagai bahan bakar alternatif dan penyerap emisi CO2 UP Suralaya.

Program rehabilitasi dan uprating boiler merupakan salah satu kegiatan penurunan emisi yang telah dilakukan pada tahun 2012 -2015. “Melalui program ini, UP Suralaya berhasil mengurangi pengurangan emisi 264,412 ton CO2 setara per tahun,” papar I Made.

Sementara program pengembangan mikroalga merupakan salah satu kegiatan penurunan emisi yang telah pada tahun 2012-2015. Melalui program ini, UP Suralaya berhasil mengurangi pengurangan emisi 202 Ton CO2 setara per tahun.

“Program Mikroalga ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan oleh pembangkit listrik di Indonesia. Pengembangan mikroalga dilakukan dengan membangun instalasi gas buang hasil pembakaran dan melakukan pengembangan Mikroalga secara baik dan teratur sehingga dapat menurunkan emisi CO2,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, I Made menjelaskan bahwa UP Suralaya juga memiliki sebuah program daur ulang (recycle) koran bekas menjadi barang kerajinan, Composting sampah organik dengan pemanfaatan sampah dedaunan yang berasal dari penataan taman dan pembersihan jalan, melakukan reduce penggunaan kertas dan sistem paperless pada kegiatan perkantoran. Unit PLTU Suralaya juga merupakan pembangkit listrik dengan peringkat ke-8 dunia dengan timbunan sampah paling sedikit dengan rata-rata timbulan sampah sebesar 255,22 kg/orang/tahun.

UP Suralaya merupakan pembangkit berbahan bakar batubara terbesar se-Asia Tenggara, berkontribusi sebesar 17% dari kebutuhan energi listrik Jawa-Madura-Bali. Dibangun diatas lahan seluas 239 hektar yang berkedudukan di Kelurahan Suralaya Kecamatan Pulomerak Propinsi Banten, UP Suralaya terdiri dari tujuh pembangkit berbahan bakar batubara dengan total kapasitas terpasang sebesar 3.400 MW. UP Suralaya telah menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan yang berdasarkan ISO 14001:2004 dan disertifikasi sejak tahun 2007 oleh TUV Nord.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *