
Indramayu, Petrominer – Autoridade Nacional do Petróleo, I.P. (ANP) Timor-Leste mengirim delapan pekerja untuk mengasah kemampuan dan kompetensi dalam bidang pengeboran di Indonesia Drilling Training Center (IDTC) Indramayu, Jawa Barat, yang dikelola PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI). Selama beberapa pekan, mereka bakal mengikuti pelatihan dalam program Drilling and Well Engineering Secondment.
Vice President Non Rig Services PDSI, Ryan Aditya Surya Wijaya, mengatakan program ini merupakan kelanjutan kerja sama PDSI dan ANP dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia, pertukaran pengetahuan, serta penguatan kapabilitas di sektor minyak dan gas bumi (migas). Para pserta merupakan profesional yang bertugas di ANP, dengan latar belakang bidang Health, Safety and Environment (HSE), drilling, geologi, dan subsurface.
“Kerja sama ini bukan sekadar penyelenggaraan pelatihan, tetapi merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem kolaborasi yang lebih kuat antara Indonesia dan Timor-Leste melalui pengembangan kompetensi sumber daya manusia energi,” ujar Ryan dalam sambutannya di acara pembukaan kegiatan, Rabu (26/8).
Menurutnya, kerja sama tersebut memiliki nilai strategis dalam memperkuat hubungan Indonesia dan Timor-Leste, khususnya melalui pembangunan kapasitas SDM. Melalui program ini, PDSI menegaskan komitmennya untuk terus memperluas kolaborasi internasional dan memperkuat posisinya sebagai perusahaan jasa pengeboran dan energi berkelas dunia.
Program pelatihan ini menjadi wujud komitmen PDSI dalam membangun kolaborasi internasional melalui transfer pengetahuan dan pengembangan kompetensi SDM energi. Program ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai operasi pengeboran dan well engineering.
Para peserta pelatihan akan mengikuti pembelajaran teoritis, sesi praktis, evaluasi harian, serta post-test. Mereka juga akan mengikuti kunjungan teknis ke sejumlah fasilitas Pertamina Group untuk memperoleh pengalaman langsung mengenai penerapan teknologi dan praktik operasional industri migas.
“Kami berharap program ini menjadi fondasi bagi kolaborasi yang lebih luas, mulai dari pengembangan SDM, pertukaran pengetahuan, hingga peluang kerja sama di sektor energi,” ungkap Ryan.








Tinggalkan Balasan