, ,

Premier Oil Lakukan Pengeboran Laut Dalam di Andaman II

Posted by

Jakarta, Petrominer – Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Premier Oil (A Harbour Energy Company) melakukan pengeboran sumur eksplorasi Timpan-1. Sumur di lepas pantai tersebut terletak di Wilayah Kerja (blok) Andaman II, 150 km sebelah utara Kota Lhokseumawe, dengan kedalaman air laut 4.236 ft dan mulai dibor, Selasa (10/5).

Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap realisasi kegiatan pengeboran eksplorasi yang dilakukan Premier Oil di blok Andaman II. Ini menunjukkan potensi hulu migas di Indonesia masih memiliki potensi yang menjanjikan.

“Penemuan cadangan migas yang baru menjadi salah satu target SKK Migas dan akan berperan penting dalam upaya meningkatkan produksi hulu migas secara berkelanjutan untuk mencapai target jangka panjang tahun 2030 yaitu produksi minyak 1 juta barel per hari (BOPD) dan gas 12 miliar kaki kubik per hari (BSCFD). Kedepan, potensi hulu migas akan didominasi dari laut dalam, maka keberhasilan pengeboran sumur eksplorasi Timpan-1 diharapkan dapat lebih mendorong investor untuk lebih berinvestasi di pengeboran laut dalam,” kata Julius, Kamis (12/5).

Dia menjelaskan, pengeboran eksplorasi itu dimaksudkan untuk menguji dan mengevaluasi potensi kandungan gas yang terdapat pada struktur Timpan yang berada di bagian barat blok Andaman II. Sumur Timpan-1 dibor secara vertikal dengan menggunakan drillship West Capella. Sumur ini ditajak dengan rencana kedalaman akhir sumur di 14,457 ft MDRT. Pengeboran tersebut termasuk ke dalam kategori laut dalam (deepwater).

Saat ini, menurut Julius, status operasi pengeboran sumur Timpan-1 sedang melakukan pengeboran Lubang 26″. Kegiatan pengeboran ini diperkirakan akan dilaksanakan dalam waktu tiga bulan ke depan.

Untuk terus mendorong penemuan migas yang baru, SKK Migas dan KKKS telah menetapkan target sumur pengeboran eksplorasi mencapai 42 sumur pada tahun 2022 ini. Sampai dengan triwulan pertama 2022, realisasi sumur pengeboran eksplorasi mencapai 5 sumur. Jika dibandingkan realisasi pada triwulan pertama 2021 sebanyak 4 sumur, maka capaian pengeboran sumur eksplorasi sudah mencapai 125 persen. Adapun sampai April 2022, realisasi pengeboran sumur eksplorasi sudah mencapai 7 sumur atau 31 persen dari target tahun ini.

“Melihat capaian program pengeboran di triwulan pertama 2022, maka kami optimis capaian realisasi pengeboran sumur eksplorasi di tahun ini akan lebih baik,” ujar Julius.

Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa dengan semakin terkendalinya pandemi Covid-19 serta pelonggaran mobilitas maka pada triwulan kedua, SKK Migas dan KKKS akan meningkatkan mobilitas untuk pelaksanaan program pengeboran sumur eksplorasi. Jika di tahun 2021 koordinasi dengan KKKS mayoritas dilakukan secara online, sehingga kendala-kendala di lapangan tidak terpotret secara menyeluruh, maka dengan koordinasi secara offline yang lebih banyak di tahun ini, SKK Migas yakin kendala yang ada dapat diselesaikan lebih baik dan lebih cepat sehingga target pengeboran sumur eksplorasi di tahun 2022 optimis dapat direalisasikan sepenuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *