Dengan layanan Premium Ultra, pelanggan akan mendapatkan ekstra Uninterruptible Power Supply (UPS).

Jakarta, Petrominer – Lebih dari setahun lalu, PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) meluncurkan 16 unit Power Bank Express Power Service. Inovasi layanan PLN ini menjadi salah satu alternatif sumber energi listrik untuk kegiatan outdoor dan masa konstruksi serta pengganti mesin genset.

Kini, layanan tersebut kian menjadi andalan. Bukan hanya pengembang ataupun kontraktor pembangunan, event organizer pun mulai menggantungkan sumber listriknya kepada peralatan tersebut.

Apalagi, bagi event organizer, daya listrik sangatlah vital. Listrik sudah seperti darah yang mengalir memberi energi ke seluruh bagian tubuh. Bagaimana tidak, acara-acara yang kerap dihadiri ribuan hingga puluhan ribu orang itu sangat membutuhkan listrik untuk menunjang berbagai infrastrukturnya.

Mulai dari tata cahaya, tata suara sampai penerangan di lahan parkir dan toilet. Semua membutuhkan daya listrik yang bisa diandalkan, agar acara berjalan lancar dari awal hingga selesai. Dengan demikian, pengunjung dan para pengisi acara pun akan terpuaskan.

Kehadiran Power Bank Express Power Service seolah menjadi salah satu penyelamat bagi para event organizer dalam urusan keuangan. Bagaimana tidak, layanan baru PLN tersebut tidak hanya memberikan pasokan listrik yang andal dan berkapasitas besar, namun juga harganya terjangkau. Mereka pun kini mulai meninggalkan generator set (genset) yang berbahan bakar minyak. Padahal sebelumnya, genset menjadi andalan dalam menyediakan daya listrik, meski harga yang dikeluarkan tidaklah murah.

Pasalnya, sebuah genset membutuhkan puluhan liter BBM jenis solar. Hitungannya, setiap liter solar diperkirakan menghasilkan listrik 3 Kwh. Dengan harga solar non subsidi sekitar Rp 9.000,00 per liter, berarti harga listrik dari genset adalah Rp 3.000,00 per Kwh. Harga tersebut di luar biaya sewa genset.

“Kita membutuhkan sumber listrik yang selain terjamin juga dapat diandalkan pasokannya selama acara, serta harganya terjangkau,” ungkap Dhani Pette, pendiri POS Entertainment yang di antaranya bergerak di bidang event organizer, promotor music, dan manajemen artis.

Lihat juga: Power Bank, Inovasi Layanan PLN yang Ramah Lingkungan

Karena itulah, Dhani merasa sangat gembira ketika pada acara Konser 35 Tahun Slank yang digelar di Gelora Bung Karno, Senayan, 23 Desember 2018 lalu, pihaknya mendapatkan sumber daya listrik baru, yakni Power Bank Express Power Service dari PLN.

Dalam Konser Slank tersebut, POS Entertainment yang bertindak sebagai promotor acara, menggunakan 4 unit power bank PLN berdaya masing-masing 400 KVA. Hebatnya, biaya operasionalnya ternyata nyaris separuh dari biaya bahan bakar genset.

PLN hanya mengenakan biaya Rp 1.600,00 per Kwh. Sangat jauh bila dibandingkan genset dengan bahan bakar yang biayanya mencapai Rp 3.000,00 per Kwh.

“Jadi jelas lebih hemat,” tegas Dhani.

Tak cuma itu, Dhani pun mengaku senang dengan profesionalitas tim PLN. Mereka selalu siap sedia ketika diajak rapat dengan tim tata suara, tata cahaya, dan lainnya demi mengamankan pasokan listrik saat konser berlangsung.

Yang lebih canggih lagi, PLN juga menyediakan perangkat Uninterruptible Power Supply alias UPS sepaket dengan biaya Power Bank Express Service. Kegunaan UPS adalah sebagai penyedia daya listrik cadangan, seandainya perangkat power bank mengalami kendala saat hari H, yang nyatanya tidak ada masalah sama sekali.

Saat gladi resik acara yang berlangsung sehari sebelum konser, tim PLN pun mendemonstrasikan keandalan UPS yang mampu menyimpan daya listrik cadangan setara 3 jam. Caranya, dengan sengaja mematikan sumber daya dari power bank.

Saat itu, Dhani mengaku bingung karena tidak ada perubahan sama sekali. “Saya sampai bilang, Pak coba sekarang. Ternyata dijawab tim PLN, sudah Pak, barusan. Wah, saya kaget. Tidak ada bedanya, daya tidak ada yang turun, lampu dan peralatan tidak ada yang mati, atau bahkan berkedip,” jelasnya dengan semangat.

Dhani menerangkan, berdasarkan informasi dari tim PLN, peralihan sumber daya dari power bank ke UPS hanya nol koma sekian detik. Keunggulan itu menjadikan pihaknya tidak merasakan perbedaan sama sekali. “Jika menggunakan genset, kalau tidak salah ada jeda, 1-3 detik sebelum listrik cadangan menyala, jika ada sesuatu dengan daya listrik utama. Hal ini bisa menyebabkan acara terganggu, bahkan peralatan bisa rusak,” paparnya.

Dengan pengalaman positif tersebut, Dhani memutuskan untuk menggunakan kembali layanan Power Bank Express Power Service PLN saat menggelar acara Hari Lahir ke-73 Muslimah NU yang digelar pada 26- 27 Januari 2019 lalu.

“Kami menyewa 1.200 KVA total pemakaian dari yang unit 100 KVA, 250 KVA, sampai 400 KVA yang dipakai. Itu untuk pemakaian seluruh elemen kelistrikan termasuk back-up-nya,” ungkap Dhani terkait melistriki acara tersebut, yang digelar di Gelora Bung Karno Senayan dan dihadiri ratusan ribu orang dari seluruh Indonesia itu.

Daya power bank hasil invonasi PLN ini bisa mencapai 250 kVA. Pemakaiannya mudah, tidak bising dan ramah lingkungan.

Mereferensikan

Berdasarkan pengalaman tersebut, dia pun dengan senang hati telah mereferensikan Power Bank Express Service PLN kepada para event organizer lainnya. “Operasionalnya mulus tanpa hambatan. Jadi saya pilih perangkat yang terbaik dan termurah, yakni Power Bank PLN,” tegas Dhani semringah.

Komentar positif pun diungkapkan Hariyadi Sukamdani, pengusaha nasional yang juga menjabat sebagai Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

Hariyadi menilai penggunaan power bank express power service dari PLN sangat cocok untuk pengusaha yang banyak bergerak di luar ruang, seperti event organizer. Sebab, kebutuhan luar ruang sangat membutuhkan dukungan daya listrik yang kerap kali tidak tersedia sebanyak di dalam gedung.

“Bisa buat acara pernikahan, konser dan acara luar ruang lainnya,” papar Hariyadi.

Biaya operasional power bank PLN yang sangat miring dibandingkan biaya genset dirasakan sangat membantu para pengusaha. “Karena itu layanan baru ini bagus. Kalau dari sisi harga sudah bagus. Konsumen pengusaha pun akan senang,” ungkapnya.

Secara terpisah, Executive Vice President Corporate Communication and CSR PLN, I Made Suprateka, menjelaskan bahwa Power Bank Express Power Service merupakan alternatif sumber energi listrik untuk memenuhi kegiatan luar ruang (outdoor) dan masa konstruksi (pembangunan). Perlatan ini berfungsi menggantikan genset dan juga dapat meminimalisir gas buang.

Yang membedakannya dengan genset, power bank PLN tidak disewakan, melainkan pelanggan PLN tinggal membeli Kwh, dan besarnya konsumsi listrik akan ditagih kepada pelanggan. Untuk dapat menggunakan power bank express service ini, masyarakat tinggal menghubungi PLN.

“Perangkat mobile ini lebih efisien, efektif, dan ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan bakar fosil seperti genset yang pakai diesel,” jelas Made.

Dengan investasi sekitar Rp 960 juta per unitnya, penggunaan power bank express power service PLN sebagai sumber energi listrik di tempat yang jauh dari sumber listrik akan memudahkan masyarakat memperoleh pasokan listrik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here