Jakarta, Petrominer – Pertumbuhan pemasangan solar photovoltaic (PV) di Australia mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Bahkan hingga tahun 2030, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di negeri Kanguru itu akan tumbuh hingga empat kali lipat.
GlobalData melaporkan bahwa kapasitas PLTS di Australia pada tahun 2020 sebesar 17,99 giga watt (GW). Untuk tahun 2030, kapasitasnya diperkirakan tumbuh hingga mencapai 80,22 GW.
“Solar PV tersebut menyumbang 21,7 persen dari total kapasitas tenaga listrik Australia pada tahun 2020 dan diperkirakan mencapai 47,56 persen pada tahun 2030,” tulis GlobalData dalam laporannya berjudul ‘Australia Power Market Outlook to 2030, Update 2021 – Market Trends, Regulations, and Competitive Landscape’.
Laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa selama tahun 2000-2020, pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) mendominasi bauran energi di Australia sampai 58,6 persen. Namun, antara tahun 2020 dan 2030, pangsanya diperkirakan akan turun menjadi 27,8 persen pada tahun 2030. Begitu pula pangsa kapasitas pembangkit listrik tenaga air (PLTA), akan menurun pada periode yang sama. Sementara Australia tidak memiliki kapasitas tenaga nuklir.
Aditya Sharma, Analis Listrik di GlobalData, mengatakan bahwa Australia berencana untuk mengkompensasi penurunan kapasitas PLTU dan PLTA dengan pertumbuhan kapasitas pembangkit listrik energi terbarukan. Pada tahun 2030, porsi kapasitas energi terbarukan akan mencapai 69,9 persen, sebagian besar didorong oleh pemasangan solar panel. Pertumbuhan PLTS di Australia ini didorong oleh seringnya lelang pembangkit energi terbarukan dan penawaran feed-in tarif.

“Selain inisiatif federal, kedelapan provinsi juga menawarkan skema sendiri yang mendukung pertumbuhan PLTS. Contohnya, di Wilayah Ibukota Australia, selain lelang PLTS, Pemerintah Provinsi juga menawarkan pinjaman tanpa bunga untuk PLTS Atap,” ungkap Sharma.
Australia telah mengamati penggunaan PLTS Atap secara signifikan. Salah satu pendorong utama untuk peningkatan penyebarannya adalah kebijakan yang menguntungkan. Selanjutnya, insentif keuangan yang ditawarkan oleh Pemerintah juga ikut mendorong pertumbuhan ini.
Tingkat adopsi PLTS Atap di Australia lebih tinggi dari rata-rata global. Pada tahun 2020, terlepas dari pandemi Covid-19, segmen PLTS Atap telah menambahkan kapasitas 2,6 GW ke jaringan listrik. Angka ini naik 18 persen dari kapasitas yang ditambahkan pada tahun 2019.
“Lebih dari seperempat rumah tangga di Australia telah mengadopsi PLTS Atap. Di beberapa provinsi, adopsi ini telah melewati 40 persen. Selain kebijakan pemerintah yang mendukung, pemasangan PLTS Atap juga membantu warga menghindari harga eceran listrik yang tinggi dan menawarkan keamanan energi yang lebih tinggi,” ujar Sharma.









Tinggalkan Balasan