Unit 2 PLTP Sarulla.

Jakarta, Petrominer – Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi (PLTP) Sarulla Unit 2 telah mulai beroperasi. Dengan tambahan 110 mega watt (MW) tersebut, total kapasitas PLTP Sarulla menjadi 220 MW.

“INPEX Geothermal Sarulla, Ltd. Telah memulai operasi komersial unit kedua proyek IPP panasbumi Sarulla, proyek pembangkit listrik tenaga panasbumi terbesar di dunia yang berada di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Penjualan tenaga listrik yang dihasilkan dari unit pertama proyek tersebut juga telah dimulai.” Demikian keterangan resmi dari Inpex Corporation, Selasa (10/10).

Dengan beroperasinya Unit 2, total kapasitas listrik yang dihasilkan dari Unit 1 dan Unit 2 mencapai 100 MW. PLTP Sarulla rencananya akan dikembangkan dengan kapasitas total 330 MW hingga tahun 2018 mendatang, dan akan melistriki 2,1 juta rumah tangga.

Pembangunan PLTP Sarulla dengan kapasitas total 330 MW dimulai tahun 2014 lalu. Unit 1 dengan kapasitas 110 MW sudah mulai beroperasi secara komersial Maret 2017. Selanjutnya, pihak pengembang terus melanjutkan pembangunan tersebut hingga beroperasinya Unit 2 seperti saat ini. Sama seperti Unit 1, tenaga listrik yang dihasilkan dari Unit 2 juga dijual ke PT PLN (Persero) untuk jangka waktu 30 tahun.

Selain anak usaha Inpex tersebut, perusahaan yang tergabung dalam Sarulla Operation Ltd. (SOL) adalah Kyushu Electric Power Co Ltd, Itochu Corporation, PT Medco Power Indonesia dan Omat Technologies, Inc.

Proyek PLTP Sarulla dikembangkan melalui skema Kontrak Operasi Bersama (KOB) /Joint Operation Contract (JOC) antara PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) dan SOL. Berdasarkan Amendemen KOB antara PGE dan SOL serta Amandemen Energy Sales Contract (ESC) antara PLN dan SOL pada 14 April 2013, harga listrik dalam Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) PLTP Sarulla sebesar US$ 6,79 sen per kilowatt hour (kwh).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here