Pekanbaru, Petrominer – Banyak tantangan yang dihadapi PT PLN (Persero) dalam upaya melistrik desa-desa di daerah pelosok dan terpencil. Salah satunya adalah minimnya sarana jalan ke lokasi untuk mengangkut peralatan. Seperti yang dialami ketika melistriki desa-desa di Kabupaten Indragiri Hilir dan Kepulauan Meranti, Riau.

“Sarana jalan menuju desa untuk mengangkut peralatan listrik seperti tiang, trafo distribusi, kawat penghantar 20 kV sangatlah minim,” ungkap General Manager PLN Wilayah Riau Dan Kepulauan Riau (WRKR), M. Irwansyah Putra, Senin (29/1).

Menurut Irwansyah, hampir semua sisa desa yang belum berlistrik di Indragiri Hilir memiliki akses jalan yang kurang memadai. Akibatnya, pengiriman peralatan listrik terpaksa dilakukan melalui bantaran sungai dan anak sungai Indragiri.

“Kami membutuhkan waktu hingga 45 hari untuk memindahkan 1.500 tiang dari perairan sungai Indragiri Hilir ke lokasi 13 desa di 7 kecamatan. Tiang-tiang itu untuk menopang 90 kilometer sirkit jaringan yang kami bangun,” jelasnya.

Sementara untuk material seperti trafo, travers, isolator, kawat, dan kabel tegangan rendah diangkut dengan pompong melalui jalur sungai Indragiri Hilir dari Pelabuhan Rumbai Jaya. Sebelumnya, semua material tersebut diangkut dari gudang PLN Renggat dengan truk menuju pelabuhan.

“Secara estafet dari pompong (perahu kayu kecil) ke perahu kapasitas sekitar 6 ton untuk diteruskan ke 13 desa yang akan dilistriki. Dibutuhkan waktu sekitar 20 hari untuk sampai tujuan,” papar Irwansyah.

Bukan hanya masalah pengiriman, PLN juga dihadapi kendala lain terkait ijin penebangan pohon yang akan dilewati jalur listrik. Proses perijinan ini cukup berbelit, bahkan PLN sempat kesulitan untuk mendapatkannya.

“Masalah lainnya adalah perlu adanya penambahan mesin pembangkit karena desanya terpisah-pisah dan belum ada satupun Gardu Induk 150 kV di Indragiri Hilir,” terangnya.

Listriki 19 Desa

Sebelumnya, kerja keras PLN yang gencar melistriki desa-desa di Riau yang sama sekali belum teraliri listrik telah memberikan hasil memuaskan. Memasuki tahun 2018 ini, sebanyak 19 desa yang tersebar di 6 kabupaten se-Propinsi Riau telah dapat menikmati listrik PLN. Rinciannya, 13 desa di Kabupaten Indragiri, sisanya 2 desa di Rokan Hulu, dan masing-masing 1 desa di Kampar, Siak, Bengkalis, dan Kepulauan Meranti.

Dengan tambahan 19 desa itu, PLN telah melistriki 1.625 desa dari 1.835 desa yang ada di Propinsi Riau. Ini menjadikan rasio desa berlistrik di Riau menjadi 88,5 persen.

“Masih ada 210 desa lagi yang belum menikmati aliran listrik PLN. Sebanyak 120 desanya ada di Kabupaten Indragiri Hilir,” ungkap Irwansyah.

Dia menjelaskan untuk kota Pekanbaru 100 persen desanya telah berlistrik, Dumai dan kabupaten Kuantan Sengingi masing-masing 1 desa yang belum berlistrik, Indragiri Hulu dan Bengkalis masing-masing 5 desa, Rokan Hulu 8 desa, Rokan Hilir 9 desa, Palalawan 10 desa, Siak 11 desa, Kampar 18 desa, dan Kepulauan Meranti masih ada 22 desa yang belum teraliri listrik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here