Balikpapan, Petrominer — PT PLN (Persero) telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk penyediaan tenaga listrik bagi 15 calon pelanggan potensial di Kalimantan. demi mendongkrak sektor industri. BUMN ini akan mempersiapkan total daya tersambung sebesar 154 MVA.

MoU tersebut ditandatangani di Balikpapan, Selasa (1/8). Pihak PLN diwakili oleh Direktur Bisnis Regional Kalimantan PLN, Machnizon Masri. Sementara pihak calon pelanggan diwakili oleh pimpinan perusahaan masing-masing.

Menurut Machnizon, daya mampu listrik Sistem Khatulistiwa di Kalimantan Barat, Sistem Barito di Kalimantan Selatan, dan Sistem Mahakam di Kalimantan Timur saat ini mencapai 1.646 Mega Watt (MW). Sedangkan konsumsi listrik masyarakat atau beban puncak listrik mencapai 1.215 MW. Dengan begitu, ada surplus daya mencapai 430 MW.

“Alhamdulillah hari ini kita tandatangan MoU dengan beberapa pelanggan besar. Daya mampu di Kalimantan sudah cukup dan bahkan surplus. Dengan surplus daya tersebut, PLN memiliki kemampuan lebih untuk melayani permintaan suplai listrik, baik dari masyarakat maupun industri dan bisnis supaya investasi makin berkembang,” paparnya.

Dia menegaskan bahwa PLN akan terus mengawal pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, khususnya yang masuk dalam program 35.000 MW. Sesuai dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL), sampai akhir tahun 2020, sistem kelistrikan di regional Kalimantan akan menambah pasokan listrik sebesar 3.191 MW.

Dengan prediksi beban puncak pada tahun 2020 sebesar 2.107 MW, maka akan tersedia cadangan daya sebesar lebih dari 1.084 MW. Dengan cadangan daya sebesar itu, para pelaku industri tentunya tidak perlu lagi mengkhawatirkan ketersediaan daya di Kalimantan.

Pada penandatanganan MoU ini, PLN melakukan kerjasama penyediaan tenaga listrik untuk pengembangan kawasan pelabuhan, pengolahan Crude Palm Oil (CPO), pertambangan, kawasan industri, industri baja, kota mandiri, pusat perbelanjaan, pelabuhan, apartemen, hotel, pabrik semen dan perkantoran.

Berikut calon pelanggan di Kalimantan tersebut:

  1. PT Energi Pelabuhan Indonesia dengan kebutuhan daya 10,4 Mega Volt Ampere (MVA) untuk lokasi Mempawah, Kalimantan Barat.
  2. PT Buana Tunas Sejahtera dengan kebutuhan daya 10,9 MVA untuk lokasi Badau – Putussibau, Kalimantan Barat.
  3. PT Bintang Barito Jaya dengan kebutuhan daya 6 MVA untuk lokasi Balai Karangan, Kalimantan Barat.
  4. PT Ketapang Ecology Agriculture Forestry Industrial Park dengan kebutuhan daya 10 MVA untuk lokasi Ketapang, Kalimantan Barat.
  5. PT Delta Prima Steel dengan kebutuhan daya 13,6 MVA untuk lokasi Jorong – Tanah Laut, Kalimantan Selatan.
  6. PT Ciputra dengan kebutuhan daya 16,5 MVA untuk lokasi Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
  7. PT Govindo Utama dengan kebutuhan daya 12,1 MVA untuk lokasi Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
  8. PT Jorong Port Development dengan kebutuhan daya 30 MVA untuk lokasi Tanah Laut, Kalimantan Selatan.
  9. Perusahaan Daerah Batulicin Jaya dengan kebutuhan daya 8 MVA untuk lokasi Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.
  10. PT Borneo Bay dengan kebutuhan daya 12,7 MVA untuk lokasi Balikpapan, Kalimantan Timur.
  11. PT Semeru Surya Semen dengan kebutuhan daya 8,7 MVA untuk lokasi Balikpapan, Kalimantan Timur.
  12. Rumah Sakit Pertamina Balikpapan Pertamedika dengan kebutuhan daya 1,1 MVA untuk lokasi Balikpapan, Kalimantan Timur.
  13. Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Timur dengan kebutuhan daya 7,5 MVA untuk lokasi Kutai Timur, Kalimantan Timur.
  14. PT Wulandari Bangun Laksana dengan kebutuhan daya 1,8 MVA untuk lokasi Balikpapan, Kalimantan Timur.
  15. PT Ciputra dengan kebutuhan daya 5 MVA untuk lokasi Balikpapan dan Samarinda, Kalimantan Timur.

Dalam kesempatan itu, Bupati Kutai Timur Ismunandar, yang mewakili calon pelanggan, menyatakan kebahagiaannya atas terlaksananya kegiatan penandatangan MoU dengan PLN.

“Pertemuan hari ini merupakan berita yang sangat baik.Tentunya ini menjadi dambaan, bukan hanya bagi saya tapi juga bagi warga Kalimantan. Atas nama pelanggan dan calon pelanggan kami mengucap terimakasih kepada Direksi PLN atas kesempatan ini semoga realisasinya tepat sesuai rencana,” ujar Ismunandar.

Pembangkit EBT

Tak hanya nota kesepahaman dengan para calon pelanggan potensial, pada kesempatan tu, PLN juga menandatangani dua perjanjian pembangunan pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT), yakni Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm).

MoU dengan pengembang EBT ini merupakan upaya untuk meningkatkan elektrifikasi di daerah terpencil. “Ini merupakan langkah baik PLN untuk melakukan efisiensi dan meningkatkan rasio elektrifikasi di daerah-daerah terpencil,” kata Machnizon.

MoU pertama dengan PT Pusaka Jaya International yang akan membangun PLTBm 2×5 MW untuk memasok kebutuhan listrik di Sekadau dan Putussibau Kalimantan Barat. MoU kedua dengan PT Pusaka Penajam Energi yang akan membangun PLTBm 2×5 MW di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here