,

PLN Siap Pasok Listrik Pos Perbatasan

Posted by

Kupang, Petrominer — PT PLN (Persero) menyatakan mendukung penuh pasokan listrik pada tujuh Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat perbatasan di Indonesia.

Hal ini sesuai dengan amanat yang tertuang dalam Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2015 tentang Percepatan Pembangunan Tujuh PLBN Terpadu dan Sarana Prasarana di Kawasan Perbatasan. Karena itulah, BUMN ini menyatakan siap dalam penyediaan sarana dan prasarana maupun infrastruktur ketenagalistrikan bagi PLBN tersebut.

“Dengan adanya pengembangan listrik, maka masyarakat di perbatasan dapat menikmati listrik dan perekonomian daerah juga akan meningkat,” ujar Direktur Utama PLN, Sofyan Basir, usai Presiden Joko Widodo meresmikan PLBN Motaain di Nusa Tenggara Timur, Rabu (28/12).

Seminggu sebelumnya, Presiden Jokowi juga meresmikan PLBN Entikong, Kalimantan Barat. Presiden Jokowi menegaskan, yang dibangun bukan hanya pos lintas batasnya saja, tapi juga infrastrukturnya. Karena itulah, PLN mendukung pemasokan listrik PLBN dengan melakukan perluasan jaringan.

Hingga saat ini, jaringan listrik di tujuh PLBN tersebut sudah 100% terpasang. Berikut adalah data kebutuhan daya listrik yang terpasang di PLBN Terpadu (kilovolt Ampere/kVA):
1. Aruk, Kabupaten Sambas, Kalbar: 345 kVA
2. Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalbar: 865 kVA
3. Nanga Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalbar: 1.100 kVA
4. Motaain, Kabupaten Belu, NTT: 555 kVA
5. Motamasin, Kabupaten Malaka, NTT: 555 kVA
6. Wini, Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT: 240 kVA
7. Skouw, Kota Jayapura: 1.110 kVA

Progress perluasan jaringan listrik untuk PLBN di NTT secara pembangunan fisik sudah mencapai 100% yang terdiri dari perluasan Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM – Motaain: 0,39 kms; Wini: 0,65 kms; Motamasin: 1,8 kms), Saluran Kabel Tegangan Menengah (SKTM – Motaain: 0,05 kms; Wini: 0,2 kms; Motamasin: 0,27 kms), pemasangan kubikel dan telah beroperasinya listrik ke PLBN dengan total daya sebesar 1.350 kVA.

Untuk progress perluasan jaringan listrik PLBN di Kalimantan Barat secara pembangunan fisik sudah mencapai 100% yang terdiri dari perluasan Saluran Udara Tegangan Menengah, Saluran Kabel Tegangan Menengah, pemasangan kubikel dan telah beroperasinya listrik ke PLBN dengan total daya sebesar 2.310 kVA.

Sedangkan, progress perluasan jaringan listrik PLBN di Papua secara pembangunan fisik sudah mencapai 100% yang terdiri dari perluasan Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM – Skouw: 0,1 kms), Saluran Kabel Tegangan Menengah (SKTM – Skouw: 0,025 kms), pemasangan kubikel dan telah beroperasinya listrik ke PLBN dengan total daya sebesar 1.110 kVA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *