Pekanbaru, Petrominer – PT PLN (Persero) menyalakan listrik untuk warga di 13 desa di Provinsi Riau secara serempak. Penyalaan itu dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Listrik Nasional ke-72 tanggal 27 Oktober 2017.
Ke-13 desa tersebut tersebar di enam Kabupaten & Kota Provinsi Riau. Secara simbolis, penyalaan listrik untuk ke-13 desa itu dilakukan oleh Gubernur Riau, Asryadjuliandi Rachman, dalam acara peringatan Hari Listrik 2017 yang digelar di Desa Kuala Gasib, Kabupaten Siak Sri Indrapura, Jum’at (27/10).
Menurut General Manager PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau (WRKR) M. Irwansyah Putra, ini merupakan persembahan bukti nyata kerja Bersama dan juga komitmen PLN bagi masyarakat Riau. Penyalaan listrik di 13 desa itu dilakukan setelah infratruktur ketenagalistrikan berupa Jaringan Tengangan Menengah, Trafo Distribusi, dan Jaringan Tegangan Rendah yang dibangun PLN telah lolos uji sertifikasi operasi dari Direktorat Jendral Ketenagalistrikan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
“Infrastruktur ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat guna memenuhi kebutuhan dalam meningkatkan taraf hidup, mencerdaskan warga, dan mendorong tumbuhnya usaha baru khususnya di 13 desa tersebut,” ujar Irwansyah.

Tambahan 13 desa berlistrik ini menjadikan jumlah desa yang berlistrik di Riau mencapai menjadi 1.606 desa dari 1.835 desa yang ada. Dengan begitu, sehingga rasio desa berlistrik bertambah menjadi 86,7 persen yang direncanakan mencapai 91,58 persen pada akhir tahun 2017 dan tercapai 100 persen di tahun 2019 mendatang.
Dalam membangun infrastruktur listrik ke-13 desa tersebut, PLN menemui sejumlah kendala, seperti kondisi geografis terutama akses jalan menuju desa belum belum bisa dilewati kendaraan pangangkut material jaringan listrik sehingga hanya bisa diangkut melewati sungai. Selain itu, masih ada warga yang belum rela pohon-pohonnya ditebang agar jaringan listrik PLN bisa melewatinya, serta banyak tanah gambut yang harus dilewati sehingga ketika memasang tiang listrik perlu waktu untuk membuat pondasi di lahan gambut tersebut agar tidak amblas.
“Serta masih ada pelanggan yang tidak mau menggunakan meter listrik prabayar saat mendaftarkan sebagai calon pelangan,” jelas Irwansyah.

Meski banyak kendala tersebut, tidak menyurutkan niat PLN untuk menyesaikan pembangunan listrik desa yang masih ada sekitar 250 desa lagi di Provinsi Riau.








Tinggalkan Balasan