, ,

PLN Hadirkan Listrik di Kampung Bonti, Pangkep

Posted by

Makassar, Petrominer – PLN berhasil menghadirkan listrik di Kampung Bonti, Desa Balocci Baru, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Sebelumnya, masyarakat setempat menggunakan genset dengan kebutuhan bahan bakar 4 liter untuk bisa menikmati listrik sampai jam 10 malam per hari.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat (UIW Sulselrabar), Awaluddin Hafid, menjelaskan bahwa untuk melistriki 45 Kepala Keluarga (KK) di dusun terpencil tersebut, PLN mengeluarkan investasi sebesar Rp 657 juta. Artinnya, per KK diperlukan dana sebesar Rp 14 juta.

“Dengan terlistrikinya dusun tersebut, menjadi bukti bahwa PLN terus berupaya menghadirkan keadilan listrik untuk masyarakat hingga ke seluruh pelosok negeri,” ujar Awaluddin, Kamis (20/5).

Untuk menghadirkan listrik di dusun tersebut, jelasnya, PLN membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 1,1 kilometer sirkuit (kms), Jaringan Tegangan Rendah sepanjang 3,47 kms dan Gardu Distribusi dengan kapasitas daya sebesar 50 kilo Volt Ampere. Dengan pembangunan tersebut, kelistrikan di Kampung Bonti kini tersambung dengan sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan, sehingga lebih andal.

Kampung Bonti berjarak ± 14 km dari Jalan Poros Pangkep-Maros. Namun untuk dapat menghadirkan listrik, PLN harus berjalan dengan jarak sekitar 4 km dari Kantor Kecamatan Balocci.

“Untuk mencapai dusun tersebut, petugas kami harus menempuh jalanan yang terjal dan licin saat hujan, pastinya ini menjadi tantangan tersendiri bagi kami,” ungkap Awaluddin.

Ketua RW Bonti, Abdul Haris mengungkapkan terimakasih kepada PLN karena sudah lama warga desa itu mengharapkan listrik.

Dia menjelaskan kondisi sebelum ada listrik PLN di kampung Bonti, masyarakat biasa menggunakan pelita dan genset. Kebutuhan akan bahan bakarnya bisa mencapai 4 liter itupun hanya sampai jam 10 malam saja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *