PLN Gandeng Perusahaan Amerika untuk Kembangkan EBT

0
692

Jakarta, Petrominer — PT PLN (Persero) menggandeng empat perusahaan asal Amerika Serikat untuk meningkatkan kinerja sistem kelistrikan dan kualitas layanan kepada para pelanggan. Kerjasama itu juga bertujuan meningkatkan efiensi pembangkit dan transmisi, membangun smart grid serta mengembangkan wilayah kerja panasbumi di Indonesia.

Keempat perusahaan itu adalah Applied Materials Inc, Halliburton, Power Phase dan Infra Cerdas Indonesia. Masing-masing telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PLN, Jum’at (21/4). Penandatanganan naskah kerjasa itu disaksikan oleh Wakil Presiden Amerika Mike Pence, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dan Menteri ESDM Ignasius Jonan.

Dengan Applied Material, PLN dijanjikan dukungan untuk menurunkan arus gangguan pada transmisi 500 KV di sistem Jawa-Bali. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Perencanaan Korporat PLN Nicke Widyawati dan Director Applied Materials Paul J Murphy.

Dengan Halliburton Logging Service, PLN dibantu dalam upaya pengembangan Wilayah Kerja Panasbumi milik PLN, salah satunya di PLTP Tulehu. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Perencanaan Korporat PLN Nicke Widyawati dengan Presiden Director Halliburton Logging Service Richard Douglas.

Sementara kerjasama dengan Power Phase merupakan kerjasama peningkatan efisiensi pembangkit gas existing, sehingga output dari semua pembangkit listrik tenaga gas milik PLN dapat ditingkatkan 30% dari kondisi saat ini.

Sedangkan MOU antara Infra Cerdas Indonesia merupakan kerjasama pengembangan Advanced Metering Infrastructure System (AMI), sebagai langkah awal implementasi Smart Grid. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Perencanaan Korporat PLN Nicke Widyawati dengan Kuasa Direktur Infra Cerdas Indonesia Grant Ellis Hinlayson.

Menurut Nicke, kerjasama yang terjalin hari ini penting artinya, terlebih terkait dengan peningkatan kehandalan sistem kelistrikan yang akan meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan, serta pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) yang saat ini tengah gencar dikembangkan oleh PLN.

“Saat ini, PLN tengah giat meningkatkan penggunaan EBT untuk mencapai target 23% pada tahun 2025,” paparnya.

Sejalan dengan itu, jelas Nicke, pengembangan smart grid akan dilaksanakan untuk meningkatkan penetrasi EBT pada sistem kelistrikan. Dengan smart grid, pelanggan dapat mengelola konsumsi listriknya melalui gadget, dan PLN dapat melakukan preventive maintenance melalui control system yang terintegrasi untuk menurunkan tingkat gangguan layanan kepada pelanggan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here