,

PLN Gandeng Dharma Pertiwi Kelola Sampah jadi Listrik

Posted by

Jakarta, Petrominer – Upaya pemanfaatan sampah menjadi sumber energi bisa jadi gaya hidup baru. Kepedulian dalam menjaga lingkungan hidup ini ternyata bisa memberikan bonus energi terbarukan dan ramah lingkungan. Tentunya, jika pengelolaan sampah tersebut dikelola dengan serius dan baik.

Hal inilah yang coba dirintis oleh PT PLN (Persero) bersama organisasi persatuan istri prajurit TNI, Dharma Pertiwi. Kedua pihak telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman Program Pengelolaan Sampah melalui Pemberdayaan Perempuan untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat.

Kesepakatan awal tersebut ditandatangani oleh Direktur Human Capital Management PLN, Muhammad Ali, dan Ketua Umum Dharma Pertiwi, Nanny Hadi Tjahyanto, di Kantor Pengurus Pusat Dharma Pertiwi, Jakarta, Rabu (19/2).

“Kami menyambut baik sekali. Bukan sebatas mengurangi sampah saja, ini juga menjadi satu bentuk kontribusi nyata bahwa ibu-ibu di lingkungan TNI sinergi bersama PLN, berperan aktif langsung untuk mendorong penggunaan energi baru terbarukan dan menjaga lingkungan hidup,” ujar Ali.

Melalui penandatanganan nota kesepahaman ini, jelasnya, PLN bersama Dharma Pertiwi, akan mendorong pengolahan sampah menjadi energi alternatif melalui Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS).

Untuk tahap pertama, PLN bersama Dharma Pertiwi akan membangun TOSS di Batalyon Armed 7/105 GS, Bantargebang, Bekasi. Sampah yang diolah nantinya akan diubah menjadi listrik yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.

“Sampah yang dikumpulkan akan diolah menjadi listrik, jadi ini tidak hanya mengurangi sampah tetapi juga dapat meningkatkan penghasilan. Tentu ini akan mendorong keberlanjutan program,” ujar Ali.

Dalam kesempatan itu, dia juga menjelaskan bahwa PLN telah mengembangkan TOSS di beberapa wilayah, seperti di Bali dan Lombok. Hasil dari olahan sampah berupa pelet dijadikan campuran untuk bahan bakar pembangkit listrik, baik batubara maupun gas. Upaya ini merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan bauran EBT sebesar 23 persen pada tahun 2025 mendatang.

“Jika seluruh pihak bersinergi untuk melakukan ini, tentu dapat meningkatkan bauran energi baru terbarukan,” tegas Ali.

Sementara itu, Ketua Umum Dharma Pertiwi menyampaikan apresiasinya kepada PLN karena telah bekerja sama mendorong program pengelolaan sampah ini. Dia berharap program ini dapat membantu menangani permasalahan sampah.

Nany Hadi menegaskan bahwa ke depan program ini tidak hanya dilakukan di tingkat pusat, namun persatuan-persatuan istri TNI di daerah juga akan didorong untuk menjalankan program pengelolaan sampah. Dengan begitu, program pemerintah Indonesia Bebas Sampah tahun 2025 dapat terwujud.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *