Klungkung, Petrominer – Internet Desa (Ides Café) telah hadir di Klungkung, Bali. Ini merupakan program internet rakyat yang diinisiasi oleh ICON+, anak perusahaan PT PLN (Persero).

Pengoperasian Ides Cafe tersebut diresmikan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno di Desa Sidayu Tojan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, Bali, Selasa (10/9).

“Keberadaan Ides Cafe ini adalah wujud nyata BUMN Hadir untuk Negeri. Saat ini, kebutuhan masyarakat akan informasi menjadi hal utama untuk lebih melek teknologi dan informasi, dalam rangka mendukung SDM Unggul dan berdaya saing tinggi,” ujar Rini

Dengan adanya Ides Cafe, masyarakat di desa-desa dapat memanfaatkan koneksi internet secara gratis sesuai dengan slogan resmi Ides Cafe, yakni Connecting To Unconnected People. Program ini merupakan bentuk dukungan PLN melalui ICON+ sebagai bagian dari BUMN untuk mengembangkan Desa Berlistrik dan Berinternet.

Direktur Utama ICON+ Hikmat Dradjat mengatakan ada tiga tujuan utama dari keberadaan ICON+. Pertama adalah peningkatan pendidikan masyarakat melalui kemudahan akses informasi dan distance learning. Kedua, pemberdayaan ekonomi masyarakat dan menciptakan komunitas digital di pedesaan. Dan ketiga, solusi digital village yang menyinergikan pelayanan pemerintah desa dengan masyarakat melalui teknologi informasi dan komunikasi.

Dalam pengelolaan dan pengoperasiannya, Ides Cafe melibatkan secara langsung pemerintah daerah atau desa, komunitas-komunitas masyarakat desa seperti komunitas petani, nelayan, pengrajin, pedagang, BUMDES, dan pelaku UMKM lainnya, serta Kementerian BUMN dan kementerian lain yang terkait selaku pembina atau pengarah.

Dengan Ides Cafe juga diharapkan bisa membantu meningkatkan sektor ekonomi di pedesaan dan dapat semakin meluaskan jaringan pemasaran mereka. Sampai saat ini, ICON+ telah membangun Ides Cafe 3.170 titik yang tersebar di seluruh Indonesia. ICON+ menargetkan ke depannya akan ada lebih dari 15.000 Ides Cafe di seluruh Indonesia.

Dalam implementasinya, Ides Cafe memiliki tiga tahap utama. Tahap pertama terkait kesiapan infrastruktur dan konektivitas sebagai fondasi digitalisasi. Dalam tahap ini, ICON+ membangun infrastruktur dasar yang diperkuat jaringan fiberoptic.

Tahap kedua adalah digitalisasi, yakni membangun value-added services yang mencakup seluruh aspek seperti digitalisasi desa online, portal desa, e-learning, cashless transaction, e-commerce. Dan tahap ketiga, terciptanya Digital Village. Dengan tercapainya tahap ketiga, diharapkan desa-desa terutama di wilayah 3T dapat lebih mandiri dan menumbuhkan semangat Nawacita dan berwirausaha.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here