, ,

Planned Shutdown CPP Banyu Urip Selesai Lebih Cepat

Posted by

Jakarta, Petrominer – Kegiatan planned shutdown Central Processing Facility (CPP) lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, yang dilaksanakan oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) ExxonMobil Cepu Ltd. (EMCL) telah selesai. Penyelesaian program kerja ini lebih cepat dua hari dari dari rencana awal selama sembilan hari sejak 18 September 2020 lalu.

Plt. Kepala Divisi Program dan Komunikasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Susana Kurniasih, menyatakan bahwa dengan keberhasilan percepatan proses planned shutdown, saat ini lapangan Banyu Urip sudah siap untuk berproduksi kembali. Malahan, bakal ada potensi tambahan produksi dari kelebihan dua hari tersebut.

“Dalam kurun waktu lebih cepat dua hari dari jadwal, akan berpotensi menambah produksi 450.000 barel minyak,” kata Susana, Senin (28/9).

Menurutnya, penambahan produksi ini menjadi sangat penting bagi SKK Migas dalam upaya memenuhi target lifting minyak dan gas bumi (migas) dalam APBN-P 2020. Selain itu, percepatan ini juga berdampak pada penghematan biaya operasi sehingga penerimaan negara dapat kami optimalkan.

Lebih lanjut, Susana menjelaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari excellence shutdown handling yang dilakukan oleh tim SKK Migas dengan EMCL meski berada di tengah pandemi Covid-19 yang berakibat pada pembatasan kerja.

“Meski ada pembatasan, percepatan dapat dilakukan berkat optimalisasi yang dilakukan secara digital. Hal ini sejalan dengan salah satu upaya transformasi SKK Migas yakni digitalisasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Vice President Public and Government Affairs ExxonMobil Indonesia, Azi N. Alam menyebutkan bahwa planned shutdown ini telah direncanakan, dijadwalkan dan disetujui pada WP&B (Work, Program & Budget). Dengan begitu, kegiatan ini tidak berpengaruh kepada target produksi.

“Fokus pada pelaksanaan aktivitas pekerjaan yang aman dan baik, membuat Blok Cepu dapat kembali berproduksi lebih dari 220.000 barel minyak per hari setelah pemeliharaan rutin ini dilakukan. Kegiatan ini juga meliputi selesainya gas handling capacity upgrade serta mendukung proses pengerjaan tie-ins proyek gas Jambaran-Tiung Biru,” ujar Azi.

Saat ini, jelasnya, EMCL berfokus pada stabilitas operasi dan kembali secara bertahap meningkatkan produksi normal sambil memastikan keamanan dan keandalan operasi.

Azi juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut membantu mendukung kelancaran pengerjaan pemeliharaan rutin ini utamanya kepada SKK Migas, masyarakat desa sekitar dan Pemerintah Daerah Kabupaten Bojonegoro.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *