Pencampuran pelet kayu dengan batubara untuk bahan bakar PLTU.

Jakarta, Petrominer – Direktur Mega Project PT PLN (Persero) Muhammad Ikhsan Asaad menyampaikan rasa bangganya kepada PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) yang telah berhasil melaksanakan uji coba cofiring berskala besar di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Keberhasilan ini akan dilanjutkan dengan uji coba lebih besar lagi di 52 unit PLTU.

“Komersialisasi cofiring pada PLTU Paiton ini semoga bisa menjadi pemicu PLTU di seluruh Indonesia agar dapat mengkonversi bahan bakarnya menjadi lebih EBT,” ujar Ikhsan dalam video teleconference, Rabu (10/6).

Pertemuan dengan mekanisme virtual tersebut diikuti EVP Energi Baru dan Terbarukan PLN, Zulfikar Manggau, Ida Bagus Ari Wardhana (EVP Operasi Regional Jawa Bagian Timur, Bima Putrajaya (EVP Operasi Regional Jawa Bagian Barat), para Pimpinan Unit PLN dan seluruh jajaran Direksi PJB.

Menurut Ikhsan, keberhasilan cofiring ini akan dilanjutkan dengan program lebih besar lagi, yakni dilaksanakan di 52 unit PLTU milik PLN dengan total kapasitas 18.184 megawatt (MW). Dengan 5 persen penggunaan biomassa, diharapkan sekitar 900 MW PLTU bisa dikonversi ke Energi Baru dan Terbarukan (EBT).

Dalam kesempatan itu, Direktur Utama PJB, Iwan Agung Firstantara, menjelaskan upaya komersialisasi cofiring biomassa PLTU Paiton 2 x 400 MW. Keberhasilan ini semakin memperkokoh PJB sebagai pionir dalam melakukan akselerasi pemanfaatan EBT.

Menurut Iwan, cofiring merupakan proses penambahan biomassa sebagai bahan bakar pengganti parsial ke dalam boiler batubara eksisting tanpa modifikasi yang signifikan. Kegiatan itu diakukan melalui metode direct cofiring bio pellet dicampur melalui peralatan penggiling (grinding) dan pengumpan (feeder) kemudian di-mixing dengan batubara ke dalam boiler yang sama untuk dibakar.

Dia menjelaskan bahwa keunggulan dari inovasi cofiring ini adalah pengurangan penggunaan fossil fuel power plant menjadi green power plant, sehingga mengurangi emisi SOx dan NOx. Program ini dilakukan dalam upaya mendukung target bauran EBT 23 persen di tahun 2025 tanpa diperlukan investasi pembangkit EBT baru yang memerlukan Capex cukup besar.

“Ini adalah salah satu inovasi untuk mengurangi pemanasan global yang terjadi di dunia”, ungkap Iwan.

PJB telah melakukan riset biomassa sejak tahun 2017 lalu dengan menggandeng beberapa lembaga riset nasional, perguruan tinggi dan OEM Boiler manufacture. Selanjutnya, anak usaha PLN ini pun mulai melakukan pengujian cofiring sejak September 2019 dengan pilot project di PLTU Paiton.

Hingga saat ini, PJB sudah berhasil melakukan pengujian di 5 PLTU, yakni Paiton, Rembang, Indramayu, Ketapang, dan Tenayan. Uji coba ini dilakukan dengan jenis boiler yang berbeda dan tiga jenis biomassa yang berbeda (wood pellet, cangkang sawit, saw dust).

Cofiring menawarkan aspek positif bagi lingkungan di industri kelistrikan. Kami sangat berharap inovasi ini dapat diterapkan di seluruh pembangkit listrik di Indonesia. Cofiring adalah solusi tepat dalam menjaga bumi kita agar terwujud Indonesia yang lebih hijau sehingga tetap bisa dihuni dengan nyaman oleh kita, anak cucu kita kelak,” ujar Iwan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here