Said Didu

Sentul, Petrominer — Kepala Satuan Tugas Program Indonesia Terang (PIT), Said Didu, menegaskan bahwa program kelistrikan yang dipimpinnya berbeda dengan program kelistrikan 35.000 mega watt (MW) yang juga tengah dijalankan pemerintah. PIT juga bukan sebagai pengganti dari Program 35.000 MW.

“PIT merupakan program yang berbeda dengan program 35.000 MW yang juga tengah dikerjakan pemerintah,” ujar Said Didu dalam acara diskusi menyoal Program Indonesiaa Terang, Jum’at (20/5).

Perbedaan mendasar itu, menurutnya, adalah Program 35.000 MW dikerjakan pada jaringan on grid, dengan target peningkatan daya untuk masyarakat yang telah terlistriki, dan dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Sedangkan PIT, yang dikerjakan pada jaringan off grid, targetnya adalah masyarakat yang belum terlistriki. Program ini juga bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan dasar listrik masyarakat.

Dia menjelaskan, lingkup kerja PIT adalah desa-desa di pedalaman Indonesia yang terpencil dan sulit dijangkau oleh jaringan listrik dari PT PLN (Persero). Program ini bertujuan meningkatkan elektrifikasi nasional dari 86% tahun 2016 menjadi 97% pada tahun 2019.

Dengan mengandalkan sumber energi terbarukan (EBT), PIT juga bertujuan untuk meningkatkan porsi EBT pada Bauran Energi Nasional sebesar 23% di tahun 2025.

“Tidak hanya itu, PIT dilakukan untuk mewujudkan keadilan bagi 9,9 juta masyarakat Indonesia yang belum mendapatkan akses listrik, karena listrik merupakan hak bagi seluruh rakyat, baik yang tinggal di kota, maupun di desa terluar Indonesia,” papar Said Didu.

Staf Khusus Menteri ESDM ini membeberkan alasannya bersedia menjadi pemimpin dalam program ini.

“Ketika Earth Hour, saya menunggu listrik menyala satu jam saja rasanya lama. Bagaimana dengan penduduk di daerah terluar Indonesia, yang selama 70 tahun Indonesia merdeka masih menunggu datangnya listrik? Ketika itu, saya langsung memutuskan untuk bersedia menjadi Ketua Unit Pelaksana PIT,” ujar Said Didu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here