Salah seorang petani sedang menggarap sistem pertanian terpadu untuk menghidupkan perekonomian masyarakat desa.

Jakarta, Petrominer – PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Jawa (PHE ONWJ) terus menunjukkan komitmennya dalam mengelola lingkungan hidup. Tidak hanya itu, PHE ONWJ juga mendorong inovasi dalam pengelolaan sumber daya alam dan pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasinya.

Salah satu pemberdayaan masyarakat yang dilakukan secara berkelanjutan adalah Hutan Kapal Kehati Greenthink. Ini menjadi pusat sarana pembelajaran lingkungan, pengelolaan hutan hujan tropis, sistem pertanian terpadu dan ekowisata berbasis masyarakat. Lokasinya berada di Dusun Muara Baru, Desa Cilamaya Girang, Kabupaten Subang.

“Kepedulian PHE ONWJ kepada masyarakat yang tinggal di ujung pantai utara sebelah barat wilayah Kabupaten Subang ini telah dilakukan sejak tahun 2011,” ujar GM PHE ONWJ, Slamet Susilo, Sabtu (20/7).

Slamet menjelaskan, bersama masyarakat Cilamaya Girang, PHE ONWJ mendirikan area bumi perkemahan sekaligus sebagai hutan konservasi. Fasilitas ini diperuntukkan sebagai sarana pendidikan lingkungan hidup bagi pelajar dan masyarakat luas.

“Selain itu, kami juga mengembangkan kegiatan ekonomi terpadu,” tegasnya.

PHE ONWJ menggunakan konsep integrated farming system atau sistem pertanian terpadu untuk menghidupkan perekonomian masyarakat desa. Model ini meliputi budidaya ikan nila srikandi, budidaya bebek petelur, usaha penggemukan domba, budidaya tanaman produktif, tanaman obat keluarga serta budidaya jamur merang. Masyarakat juga diajarkan untuk memanfaatkan limbah ternak untuk menjadi pupuk.

Pemberdayaan yang dilakukan PHE ONWJ sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Cilamaya Girang. Seperti diungkapkan Aruji, Ketua Kelompok Tani Greenthink, “kami diajari bagaimana cara bertani yang efisien dan ramah lingkungan.”

Menurut Aruji, PHE ONWJ dan Penyuluh Pertanian BP3K telah mengajarkan dan menyebarluaskan sistem pertanian terpadu kepada lebih dari 2.000 kepala keluarga (KK) di Desa Cilamaya Girang.

“Alhamdulillah karena penataan lokasi dilengkapi fasilitas usaha berupa ternak domba dan bebek, budiaya ikan, serta jamur, kami bisa mendapat penghasilan,” paparnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here