Peserta Tender Proyek WtE Diwajibkan Gandeng Perusahaan Lokal

0
140
Ilustrasi pengelolaan sampah untuk dijadikan sumber energi.

Jakarta, Petrominer — Proyek Waste-to-Energy (WtE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) telah memasuki fase tender. Sebanyak 24 perusahaan internasional berpengalaman pun telah terpilih sebagai peserta tender tersebut. 

Lead of Waste-to-Energy Danantara Indonesia, Fadli Rahman, mengatakan para peserta tender diwajibkan membentuk sebuah konsorsium dengan perusahaan lokal. Tujuannya, agar bisa melakukan transfer teknologi dengan perusahaan lokal maupun pemerintah daerah.

“Perusahaan-perusahaan yang menjadi peserta tender WtE kami wajibkan untuk membentuk konsorsium dengan mitra lokal. Adanya konsorsium ini kami harapkan bisa memberikan transfer teknologi dengan perusahaan lokal atau pemda,” ujar Fadli Rahman dalam keterangan resmi yang diterima PETROMINER, Minggu (15/2).

Tahap pertama proyek WtE yang dikelola Danantara Indonesia ini difokuskan pada empat kota, yakni Bali, Bogor, Bekasi, dan Yogyakarta. Kota-kota tersebut dinilai paling siap secara administratif serta memiliki volume sampah yang mendesak untuk ditangani. Proyek ini memasuki tahap krusial dengan rencana pengumuman pemenang tender akhir Februari 2026 ini.

Dalam proses tersebut, Danantara Indonesia melakukan peninjauan menyeluruh terhadap ratusan calon penyedia teknologi. Dari lebih dari 200 perusahaan yang masuk Daftar Penyedia Teknologi (DPT), 24 perusahaan dari China, Perancis, Jepang, Singapura, dan Hong Kong dinyatakan lolos seleksi dan berhak mengikuti tender sebagai Badan Usaha Pengembang dan Pengelola PSEL.

Dari 24 perusahaan yang lolos menjadi peserta tender, ada lima perusahaan dari China. Mereka adalah Chongqing Sanfeng Environment Group Corp., Ltd., yang dikenal sebagai spesialis Waste-to-Energy dengan rekam jejak panjang sebagai investor, pengembang, sekaligus operator fasilitas pembangkit listrik tenaga sampah. Wangneng Environment Co., Ltd., yangberoperasi sejak tahun 2012, dengan pekerjaan mulai dari pemanfaatan sumber daya limbah dapur, pengolahan air limbah, pengolahan lumpur, hingga daur ulang karet.

Zhejiang Weiming Environment Protection Co Ltd., yang melalui anak perusahaannya, Weiming Equipment, telah menandatangani kontrak penyediaan peralatan insenerator WtE dengan perusahaan Indonesia (Shanghai Dingxin Investment/Qingshan Park). SUS Indonesia Holding Limited, yang  berniat mengelola hubungan dengan pemerintah daerah, BUMD, dan mitra swasta Indonesia.  Serta PT Jinjiang Environment Indonesia, yang sudah memiliki proyek besar dengan mengembangkan fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa/WtE) di Kota Palembang, Sumatera Selatan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here