Asmat, Papua, Petrominer – PT Pertamina (Persero) secara resmi telah mengoperasikan lembaga penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga di Asmat, Papua. BBM tersebut dijual melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kompak 86.997.10 Kampung Sawa, Distrik Sawa Erma, Kabupaten Asmat, Papua.

SPBU Kompak ini merupakan lembaga penyalur BBM Satu Harga ketiga di Kabupaten Asmat. Ini sebagai bagian dari Program BBM Satu Harga untuk mewujudkan penyediaan energi berkeadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia, terutama di daerah-daerah 3T (Terdepan, Terluar dan Terpencil)

GM MOR VIII PT Pertamina (Persero), Gema Iriandus Pahalawan, menjelaskan bahwa Pertamina menjalankan tugas untuk membuka aksesibilitas dan ketersediaan serta menyediakan energi yang berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang selama ini masih sulit dijangkau dan menantang. Salah satunya di wilayah Kabupaten Asmat khususnya Distrik Sawa Erma yang memiliki karakteristik bentang alam sungai yang berkelok.

“Kehadiran SPBU Kompak Satu Harga di wilayah Distrik Sawa Erma merupakan wujud komitmen Pertamina dalam mendukung program Pemerintah untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, sesuai dengan sila ke-lima Pancasila,” ujar Gema, Kamis (18/7).

Sebelum adanya titik BBM Satu Harga di wilayah ini, masyarakat Distrik Sawa Erma memperoleh BBM untuk transportasi dan kebutuhan harian dari lembaga penyalur terdekat, dengan jarak sejauh kurang lebih 20 km. Akibatnya, harga BBM di pengecer menjadi sangat mahal berkisar Rp 25.000 hingga Rp 50.000 per liter.

“Dengan berdirinya SPBU ini, masyarakat Distrik Sawa Erma kini bisa mendapatkan BBM dengan harga yang sama dengan wilayah lainnya yakni Premium Rp 6.450 per liter dan Solar 5.150 per liter. Pertamina berharap agar kehadiran titik BBM Satu Harga ini dapat menekan harga kebutuhan masyarakat karena harga BBM sudah sama dengan wilayah lainnya di Indonesia,” tegasnya Gema.

SPBU Kompak yang terletak di pinggir sungai ini memasarkan BBM jenis Premium dan Bio Solar dengan alokasi Premium 30 KL dan Bio Solar 10 KL. Pasokan BBM berasal dari Terminal BBM Merauke yang ditempuh dengan perjalanan multimoda darat dan laut serta sungai. BBM diangkut menggunakan mobil tangki dan kemudian menggunakan kapal berkapasitas maksimal 350 KL yang ditempuh selama 3 hari perjalanan, sebelum tiba di SPBU Kompak ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here