Seruyan, Petrominer – PT Pertamina (Persero) menambah lagi pengoperasian Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) BBM satu harga di Kalimantan. Kali ini berlokasi di Desa Telaga Pulang, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.
SPBU BBM satu harga yang diberi nama SPBU Modular itu diresmikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Seruyan, Haryono, dan GM Marketing Operation Region VI Pertamina, Yanuar Budi Hartanto, Kamis (24/8).
SPBU ini merupakan salah satu titik lembaga penyalur dalam program BBM satu harga yang dicanangkan Pemerintah untuk mengupayakan pemerataan biaya di seluruh Indonesia. SPBU ini menyediakan produk Premium, Pertalite dan Dexlite dengan volume yang disesuaikan dengan kebutuhan dan konsumsi pelanggan pada SPBU nantinya.
Dalam kesempatan itu, Haryono menyampaikan apresiasinya kepada Pertamina yang telah mewujudkan program BBM 1 Harga di kabupaten termuda di Kalimantan Tengah ini.
“Mewakili masyarakat Desa Telaga Pulang saya mengucapkan terima kasih kepada Pertamina yang telah mewujudkan keadilan di bidang energi bagi masyarakat setempat. Semoga penyaluran ke depannya dapat berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Di wilayah Kalimantan, Pertamina mengemban tugas untuk melakukan program BBM Satu Harga di 15 titik yang tersebar di lima provinsi. Sejauh ini sudah terealisasi sebanyak tiga titik yaitu di Long Apari, Kabupaten Mahakam, Kalimantan Timur, Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, dan Krayan, Kalimantan Utara.
Selanjutnya akan segera beroperasi SPBU di Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

Upaya Pertamina merealisasikan BBM satu harga di beberapa wilayah sejalan dengan Peraturan Menteri ESDM No. 36 Tahun 2016, perihal percepatan Pemberlakuan Satu Harga Jenis BBM Tertentu (JBT) & Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) secara nasional, yang diberlakukan sejak 1 Januari 2017.
Menyelesaikan tugas negara melalui BBM satu harga bukan perkara yang mudah. Sebagai perusahaan milik negara, Pertamina selalu berusaha untuk mengimplementasikan tugas tersebut dengan perjuangan keras dari seluruh insan Pertamina.
Sebelumnya untuk mendistribusikan BBM ke Long Apari, Kalimantan Timur, distribusi dari Samarinda harus menempuh jalur darat yang memakan waktu lebih dari 10 jam dan BBM tersebut dipindahkan ke kapal motor tank ke Long Bagun dan selanjutnya dipindahkan ke drum berkapasitas 200 liter menggunakan long boat, truk, dan terakhir menggunakan ketinting ke lembaga penyalur di Long Apari. Upaya keras Pertamina berhasil menekan harga BBM di Long Apari dengan harga awal 1liter premium dan solar yaitu Rp 15.000-18.000 menjadi Rp6.450/liter untuk premium dan solar sebesar Rp 5.150/liter
Tidak jauh berbeda dengan penyaluran ke Long Apari, upaya Pertamina dalam mewujudkan BBM 1 Harga di wilayah Seruyan pun dipenuhi dengan berbagai tantangan, khususnya kendala infrastruktur. Mobil tangki yang membawa BBM dari TBBM Sampit harus menempuh perjalanan darat hingga 200 jm dengan 70 persen kondisi jalan yang masih berupa tanah. Dengan kondisi tersebut, mobil tangki membutuhkan waktu 5 hingga 7 jam perjalanan, bergantung pada kondisi cuaca.










Tinggalkan Balasan