Jakarta, Petrominer – PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Regional (MOR) Kalimantan terus berupaya memperluas jangkauan distribusi energi hingga ke seluruh wilayahnya. Kali ini, dengan menambah titik BBM Satu Harga bagi masyarakat di Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.
Operasional SPBU 66.793.04 Kuala Behe tersebut diresmikan oleh Bupati Kabupaten Landak, Karolin Margret Natasa, Senin (5/7). Kecamatan Kuala Behe menjadi lokasi lembaga penyalur BBM Satu Harga ketiga di wilayah Kabupaten Landak. Sebelumnya, Pertamina telah meresmikan dua SPBU lainnya di Kecamatan Menyuke dan Kecamatan Menjalin.
Dalam sambutannya, Karolin mengungkapkan bahwa sebelum adanya program BBM Satu Harga, warga Kabupaten Landak harus menempuh jarak hingga 40 km untuk membeli bahan bakar resmi. Pasalnya, lokasi SPBU terdekat berada di Kecamatan lain.
“Kehadiran SPBU BBM Satu Harga sangat dinantikan oleh masyarakat Kabupaten Landak. Kini, kami menjadi lebih mudah untuk membeli bahan bakar resmi Pertamina dengan harga yang sama seperti wilayah lain,” ungkapnya.
Sales Branch Manager Rayon V Kalimantan Barat, Baskoro Arindarto, menjelaskan bahwa BBM Satu Harga merupakan wujud perjuangan Pertamina untuk mengantarkan keadilan energi ke seluruh negeri, terutama yang berada di wilayah 3T (Terluar, Terdepan, dan Terpencil). SPBU BBM Satu Harga melayani penjualan produk Bahan Bakar Khusus (BBK) jenis Pertalite, Premium, dan Solar subsidi, dengan alokasi produk Premium dan Solar subsidi masing-masing 16 kilo liter (KL) dan 80 KL perbulannya.
“Diharapkan dengan bertambahnya jumlah SPBU BBM Satu Harga, masyarakat akan lebih mudah untuk mengakses kebutuhan energi sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan di daerah,” ujar Baskoro.
Hingga Juli 2021, ada 18 lembaga penyalur BBM Satu Harga resmi beroperasi di Kalimantan Barat. Pertamina berjanji akan terus berupaya memperluas jangkauan penyaluran hingga ke Kecamatan Meranti dan Kecamatan Air Besar.
“Kedepannya, khusus untuk wilayah Kalimantan Barat, direncanakan akan ada total 44 titik BBM Satu Harga yang ditargetkan dapat beroperasi melayani kebutuhan energi masyarakat di tahun 2024,” jelas Unit Manager Communication, Relations & CSR Pertamina MOR Kalimantan, Susanto Satria.









Tinggalkan Balasan