Menteri ESDM Arifin Tasrif, didampingi Plt Dirjen Migas Djoko Siswanto dan Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, secara resmi melepas Kapal Elsa Regent Milik Elnusa yang digunakan untuk survei seismik laut di Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (12/11).

Jakarta, Petrominer – PT Pertamina (Persero) mulai merealisasikan Komitmen Kerja Pasti (KKP) blok Jambi Merang tahun 2019 senilai US$ 20,46 juta. Diawali dengan pelaksanaan survei seismik laut regional 2D dari wilayah barat hingga timur Indonesia.

Peresmian pekerjaan survei seismik laut sebagai bagian dari KKP blok Jambi Merang tersebut ditandai dengan pelepasan kapal seismik Elsa Regent oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, di Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (12/11).

Menurut Direktur Hulu Pertamina, Dharmawan H Samsu, survei seismik laut ini sebagai pelaksanaan KKP setelah Pertamina menandatangani kontrak kerja sama gross split untuk meneruskan pengelolaan blok Jambi Merang sejak 10 Pebruari 2019 lalu hingga 20 tahun mendatang. Survei seismik laut sepanjang 30 ribu km tersebut diyakini sebagai kegiatan survei seismik laut terbesar di Asia Pasifik dan Australia dalam 10 tahun terakhir.

“Cakupan survei ini membentang dari perairan sekitar Bangka di wilayah barat Indonesia sampai ke perairan Papua di wilayah timur Indonesia, dengan panjang lintasan mencapai 30 ribu km,” ujar Dharmawan.

Dia menjelaskan, Pemerintah telah mengamanatkan Pertamina melalui anak usahanya PT Pertamina Hulu Energi (PHE) untuk melaksanakan KKP kegiatan eksplorasi di wilayah terbuka. Salah satu dari KKP di tahun pertama adalah kegiatan survei seismik laut regional 2D. Survei dilakukan untuk memperoleh data seismik terbaru dengan menggunakan teknologi terkini, sehingga dapat menemukan cadangan baru yang sulit diidentifikasi sebelumnya karena belum tersedianya data seismik pada daerah yang menjadi interest, ataupun kurangnya kualitas dari data seismik yang lama.

“Survei ini diharapkan dapat menggairahkan kembali kegiatan eksplorasi di Indonesia dan menjadi salah satu sarana menuju Road to Giant Discoveries,” tegas Dharmawan.

Bagi Pertamina, jelasnya, pelaksanaan survei seismik laut regional 2D ini merupakan milestone yang besar. Ini juga mendemonstrasikan suatu komitmen investasi dalam exploration new venture yang akan merambah sampai ke daerah frontier Indonesia.

Menurut Dharmawan, survei seismik laut 2D ini merupakan salah satu program KKP PHE Jambi Merang di wilayah terbuka pada tahun pertama. Program lainnya adalah studi geologi dan geofisika (G&G) regional di lima area yang akan ditentukan oleh SKK Migas dan survei Full Tensor Gravity – Gradiometry di wilayah Kepala Burung, Papua.

Kegiatan lain yang akan dilakukan dalam 5 tahun pelaksanaan KKP Jambi Merang di wilayah terbuka adalah processing dan reprocessing seismik 2D/3D.

Kapal Elsa Regent Milik Elnusa yang digunakan untuk survei seismik laut sedang bersandar di pelabuhan saat acara Peresmian Survei Seismik KKP blok Jambi Merang di Wilayah Terbuka di Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (12/11).

Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, mengungkapkan, survei seismik 2D lepas pantai yang dilakukan Pertamina ini merupakan aktivitas eksplorasi terbesar selama satu dekade terakhir, karena melewati perairan Bangka hingga Seram. Selain itu, seismik 2D ini menggunakan teknologi 2D seismic marine broadband dan dikerjakan oleh single operator, PT Elnusa Tbk.

Lintasan sesimik 2D lepas pantai tersebut akan melewati beberapa cekungan yang diindikasikan memiliki potensi sumberdaya migas yang besar (giant discovery) di antaranya Bangka Offshore area – Makassar Strait dan Buton Offshore.

Selain survei Seismik 2D lepas pantai tersebut, juga tengah berlangsung pelaksanaan survei seismik 3D di dalam wilayah kerja Jambi Merang seluas 237 km2 yang meliputi dua provinsi yaitu Sumatera Selatan dan Jambi, serta tiga kabupaten yaitu Musi Banyuasin, Banyuasin, dan Muaro Jambi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here