Jakarta, Petrominer — PT Pertamina (Persero) dan Saudi Aramco sepakat untuk melanjutkan pengembangan kilang minyak Cilacap di Jawa Tengah. Kepastian itu dilakukan menyusul ditekennya kontrak Engineering and Project Management Services antara kedua perusahaan dengan Amec Wheeler Energy Limited untuk pelaksanaan studi Basic Engineering Design (BED) dalam proyek pengembangan itu.
Penetapan kontrak itu menandai tonggak penting antara kedua perusahaan minyak nasional tersebut dalam perkembangan program Refinery Development Master Plan (RDMP). Keikutsertaan Saudi Aramco dalam pengembangan kilang minyak di lndonesia sebagai bagian dari aspirasi perusahaan itu untuk menjadi perusahaan energi dan petrokimia terintegrasi terbesar di dunia.
Kontrak itu ditandatangani oleh Said Al-Hadrami, Vice President of International Operations Saudi Aramco, dan Rachmad Hardadi, Direktur Pengolahan Pertamina di kantor pusat Pertamina, Senin pagi (23/5). Penandatanganan ini sebagai kelanjutan dari Heads of Agreement (HoA) yang drtandatangani oleh kedua pihak pada Nopember 2015.
Menurut Rachmad, proyek pengembangan kilang Cilacap akan dilakukan melalui kerjasama antara Pertamina dan Saudi Aramco. Tahapan ini dianggap sebuah kemajuan yang cukup signifikan.
“Untuk melakukan sebuah proyek sebesar ini, keberadaan partner strategis dengan kemampuan teknik dan finansial yang mumpuni tentu sangat diperlukan. Dan menurut kami Saudi Aramco merupakan partner yang ideal,” jelasnya
Menandatangani kontrak kerjasama pengembangan kilang Cilacap ini merupakan pencapaian yang luar biasa dalam kerjasama Saudi Aramco dengan Pertamina. Saudi Aramco melihat potensi jangka panjang dari investasi dan kerjasama itu.
“Kami meiihat proyek ini akan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak dan juga negara dalam beberapa dekade kedepan. Kami yakin proyek ini dapat memngkatkan kemakmuran ludonesia melalui ketahanan energi yang lebih baik dan memperkuat rantai energi global perusahaan kami,” papar Said Al-Hadrami.
Dalam Sembilan bulan ke depan, Amec Foster Wheeler akan mengembangan ruang lingkup terkait usulan proyek pengembangan kilang di Jawa Tengah itu.. Pengembangan kilang Cllacap adalah bagian dari program RDMP Pertamina untuk meningkatkan ketahanan energi Indonesia. Proyek pengembangan ini membutuhkan dana sekitar U$ 4-5 miliar.
Ketika proyek pengembangan mencapai tahap penyelesaian, kapasitas kilang Cilacap akan naik menjadi 370.000 barel per hari. Selain itu, produksi bensin dan diesel akan lebih maksimal dengan kualitas lebih tinggi untuk kebutuhan domestik. Proyek pengembangan ini juga akan meningkatkan kapasitas petrokimia, yaitu aromatics, hmgga lebih dari 600 KTPA dan polypropylene meningkat hingga 160 KTPA.
Kedua perusahaan menargetkan penyelesaian Front End Engineering Design (FEED) pada tahun 2018, dan memulai fase EPC di tahun 2019, sehingga proyek ini direncanakan selesai akhir tahun 2022.
“Proyek kolaborasi ini merupakan langkah awal menuju kerjasama lain yang serupa antara Pertamina dan Saudi Aramco, yaitu pengembangan kllang Dumai di Sumatera dan kilang Balongan di Jawa Barat,” ujar Rachmad.








Tinggalkan Balasan