Jakarta, Petrominer – PT Pertamina (Persero) kembali mempertegas komitmennya dalam mendukung penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK). Kali ini menggandeng Mitsui & Co. Ltd., melalui Joint Study Agreement (JSA) untuk mengkaji komersialisasi penerapan teknologi Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS).
Direktur Strategi, Portofolio, & Pengembangan Usaha (SPPU) Pertamina, Iman Rachman, menjelaskan kesepakatan tersebut bertujuan untuk melakukan studi kelayakan penerapan teknologi CCUS di Sumatera Tengah. Kedua pihak juga sepakat menjajaki kemungkinan membangun kemitraan strategis jangka panjang dalam pengembangan dekarbonisasi mencapai target transisi energi.
“Untuk mendapatkan hasil kajian yang lebih komprehensif, Pertamina dan Mitsui akan melakukan penelitian teknologi penangkapan, pemurnian dan penyimpanan CO2 sesuai kapasitas serta formasi subsurface, sehingga diperoleh teknologi yang optimum,” ujar Iman usai menandatangani JSA dengan Mitsui, Rabu (6/4).
JSA ditandatangani oleh Iman bersama General Manager of Sustainable Energy Development Division, Energy Business Unit I, Mitsui & Co., Ltd., Yasuchika Maruyama. Disaksikan oleh President Director PT Mitsui Indonesia, Sinichi Kikuchihara.
Dia juga menyampaikan bahwa studi bersama itu juga akan melakukan penetapan dan pemetaan sumber emisi CO2 di sekitar lokasi penyimpanan atau pemanfaatan CO2, potensi penerimaan CO2 dari daerah lain, hingga rencana pengembangan hub dan cluster CCS/CCUS untuk mendapatkan bisnis baru. Tercakup pula transportasi CO2 melalui pipa, truk, dan kapal dari sumber emisi ke lokasi dengan kombinasi yang paling efisien.
“Kami berharap, kolaborasi dalam studi ini dapat mengidentifikasi bisnis potensial bagi Pertamina dan Mitsui di industri energi ke depannya. Di era transisi energi, Pertamina dan industri lain harus melakukan segala upaya untuk mengurangi dan memitigasi emisi karbon ke atmosfer agar perubahan iklim tetap terkendali. Regulasi, izin dan dukungan pemerintah serta kerja sama para pemangku kepentingan akan menjadi faktor kunci keberhasilan program CCUS ini,” jelas Iman.
Hal senada juga disampaikan Maruyama. Dia menyambut hangat kolaborasi tersebut. Apalagi, kerja sama ini tidak hanya akan mempererat hubungan baik antara Mitsui dan Pertamina, tapi juga antara Indonesia dan Jepang.
Menurut Maruyama, Indonesia adalah salah satu produsen migas terkemuka di Asia. Sejumlah lapangan migas yang memasuki fase penurunan produksi diharapkan dapat digunakan kembali. Sedangkan Mitsui dapat memanfaatkan pengetahuan dari proyek-proyek CCUS di UK dan negara lain. Diharapkan, kedua pihak bisa menciptakan rantai nilai CCUS di Asia Pasifik.
“Kami berharap bersama Pertamina dapat mengembangkan proyek CCUS yang hemat biaya dengan memanfaatkan keunggulan yang ada dalam bentuk sinergi,” tegasnya.









Tinggalkan Balasan