Pertamina Foundation menggelar PFsains 2021, Kompetisi Inovasi Energi Berbasis Technopreneur.

Jakarta, Petrominer – Pertamina Foundation kembali luncurkan program PFseries. Kali ini, PFsains 2021 sebagai ajang kompetisi implementasi karya hasil penelitian terkait inovasi energi baru dan terbarukan.

Setelah sukses di tahun 2020, kompetisi PFsains tahun ini digelar dengan mengusung tema “Inovasi Energi Berbasis Technopreneur”.

Presiden Direktur Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari, mengatakan bahwa PFsains 2021 menjadi bentuk komitmen Pertamina dalam mendukung kebijakan Pemerintah di bidang energi.

“Program PFsains yang menjadi bagian dari PFseries merupakan ajang kompetisi kreativitas EBT. Diharapkan melalui berlangsungnya program ini dapat menggerakkan partisipasi masyarakat dan dunia usaha dalam pengembangan EBT menuju kemandirian energi nasional,” ungkap Agus dalam peluncuran Program Proyek Inovasi EBT PFSains 2021, Kamis (8/4).

Pertamina Foundation mengundang masyarakat luas, baik mahasiswa, akademisi, pakar dan praktisi, serta pengabdi masyarakat untuk melakukan implementasi dari penelitian, temuan baru, dan praktik-praktik inovasi teknologi pengembangan EBT.

Pendaftaran program dibuka pada 15 April 2021 hingga 22 Mei 2021.

Seleksi ketat akan terjadi sejak awal. Setelah pendaftaran secara online, peserta dihadapkan pada penilaian proposal beserta kelengkapannya. Lolos tahap ini, peserta diminta membuat prototipe dari karya temuannya. Karya prototipe beserta video dan paper presentasi menjadi materi wajib untuk seleksi wawancara.

Dalam tahap wawancara, peserta akan berhadapan dengan juri independen berlatar praktisi energi, pakar profesional, akademisi yang kuat dalam konsep serta juri profesional lain dari bidang terkait yang diharapkan nantinya ditemukan karya terbaik yang siap diimplementasikan.

Menjelang babak final, disiapkan paket Webinar Series yang salah satunya temanya mengangkat isu energi dan teknologi masa depan. Persentase bobot lebih tinggi diberikan pada penilaian tingkat kebaruan penelitian (novelty), kelayakan (feasibility) serta keberlanjutan (sustainability)

Tahun ini total, hadiah dan bantuan implementasi yang diberikan sebesar Rp 900 juta. Hadiah ini termasuk apresiasi Rp 2,5 juta untuk 20 peserta terbaik dan Rp 10 juta untuk 10 peserta terbaik. Dari 10 peserta terbaik, akan dipilih 3 peserta untuk mendapat bantuan implementasi proyek.

Berlangsungnya program ini akan menggandeng dan bekerja sama dengan Universitas Pertamina dan Research & Technology Center (RTC) Pertamina. Program ini juga mendapat dukungan dari berbagai praktisi, lembaga, serta Kementerian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here