Jakarta, Petrominer – Seolah menjawab seruan dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) beberapa hari lalu, PT Pertamina EP mengklaim telah berhasil meningkatkan produksi migas selama bulan Agustus 2020 ini. Kenaikan produksi tersebut diraih melalui empat sumur pengembangan di wilayah kerja Pertamina EP Asset 1, Asset 2, Asset 3, dan Asset 5.
Direkur Utama Pertamina EP, Eko Agus Sardjono, menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil dari aktivitas pemboran pengembangan Pertamina EP selama bulan Agustus 2020 yang masuk dalam Rencana Kerja Tahun 2020 . Tambahan produksi itu sebesar 2.276 barrel oil per day (BOPD), dan menjadi bagian dari kontribusi tambahan sebesar 7.809 BOPD dan 5,6 juta standard cubic feet per day (MMSCFD) terhadap keseluruhan produksi minyak dan gas Pertamina EP.
“Pencapaian ditengah pandemi Covid-19 bukanlah yang mudah dilaksanakan, namun Pertamina EP terus melakukan usaha terbaik untuk memenuhi target produksi dengan tetap mengedepankan HSSE serta penerapan protokol Covid-19 sehingga tetap dapat berkontribusi secara aman dan optimal,” ujar Eko, Sabtu (29/8).
Dia menegaskan kerberhasilan itu diraih melalui pemboran pengembangan yang dilakukan di empat wilayah kerja Pertamina EP.
Pertama dari sumur Samboja (SBJ)-345. Ini merupakan sumur pengeboran baru di Pertamina EP Asset 5 Sangasanga Field yang ditajak pada 25 Juli 2020 dan dibor hingga kedalaman 1.780 mMD. Menghasilkan tambahan produksi sebesar 293 BOPD, untuk menambah produksi Sangasanga Field yang saat ini sebesar 5.679 BOPD.
Kedua sumur JAS-016ST. Sumur ini, yang berada di struktur Jatiasri Komplek, Pertamina EP Asset 3 Subang Field, ditajak pada 27 Juli 2020 hingga kedalaman 3.121 mMD, dan menghasilkan 906 BOPD untuk menambahkan produksi minyak Subang Field yang saat ini sebesar 4.500 BOPD. Sementara produksi gas Subang Field saat ini sebesar 171,8 MMSCFD.
Ketiga Talang Jimar (TLJ)-250. Sumur pengembangan ini berada di wilayah kerja Pertamina EP Asset 2 Prabumulih Field yang menghasilkan produksi minyak sebesar 495 BOPD. Hasil ini akan menambahkan produksi minyak Prabumulih Field menjadi sebesar 8.960 BOPD.
Keempat Sumur pengembangan RNT-456. Sumur yang berada di wilayah kerja Pertamina EP Asset 1 Rantau Field ini ditajak pada 5 Agustus 2020 dengan kedalaman 1.273 mMD. Menghasilkan produksi minyak sebesar 582 BOPD. Hasil ini akan menambah produksi Rantau Field yang saat ini sebesar 2.927 BOPD.
“Pertamina EP sangat mengapresiasi dukungan dan kerjasama yang sangat baik dari SKK Migas, dan dukungan dari internal Pertamina maupun eksternal,” ujar Eko.
Ke depan, menurutnya, Pertamina EP akan terus menjaga dan meningkatkan produksi melalui kegiatan pengeboran sumur pengembangan yang sampai dengan Agustus 2020 sudah mencapai 61 persen dari target yang ditetapkan. Upaya peningkatan produksi juga dilakukan melalui kegiatan workover dan perawatan sumur serta menjaga keandalan fasilitasi produksi.
Sesuai dengan RKAP revisi tahun 2020, sampai dengan Juli 2020 produksi minyak Pertamina EP mencapai 80,3 ribu BOPD atau 99,6 persen dari target dan produksi gas sebesar 866 MMSCFD atau 95 persen dari target.








Tinggalkan Balasan