Pertamina Eco RunFest, Satukan Olahraga dan Gaya Hidup Berkelanjutan

0
985
Minggu pagi (23/11), Jakarta masih gelap ketika ribuan pelari memulai start Petamina EcoRun 2025 yang digelar di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta..

Jakarta, Petrominer – Pertamina Eco RunFest 2025 yang digelar di Istora Senayan, Minggu (23/11), bukanlah sekadar melakukan olahraga. Ajang lari yang mengusung tema “Energizing The Unity” ini juga mendorong masyarakat menerapkan gaya hidup berkelanjutan dan ramah lingkungan melalui pengelolaan sampah untuk didaur ulang menjadi bahan bernilai.

Tahun ini, ajang lari berkonsep ramah lingkungan tersebut kembali menghadirkan euforia kompetitif sekaligus suasana hangat penuh gaya hidup sehat. Diikuti 14.000 pelari, dengan rincian 6.300 peserta kategori Fun Run 5K, 3.800 peserta kategori 10K, sebanyak 2.200 peserta kategori family 1,5K, dan 1.700 peserta Half Marathon 21K.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, mengatakan Pertamina Eco RunFest tahun ini merupakan tahun kedua penyelenggaraan dengan menghadirkan inovasi besar, yaitu bebas karbon pertama di mana seluruh jejak emisi dari kegiatan pelari, panggung hiburan, hingga aktivitas festival, 100 persen diimbangi melalui program carbon offset Pertamina.

Menurut Simon, seluruh sampah dan limbah dari Eco RunFest akan diolah kembali menjadi produk bernilai, sehingga kegiatan seharian tersebut benar-benar memberikan dampak nyata bagi keberlanjutan lingkungan.

Dia juga menyampaikan bahwa Pertamina Eco RunFest 2025 telah berhasil meraih pengakuan internasional, yang membuktikan bahwa ajang ini memenuhi standar kelas dunia.

“Tahun 2025 ini, Pertamina Eco RunFest telah resmi terverifikasi sebagai Road Race Label oleh World Athletics. Terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja tanpa lelah di antaranya panitia, komunitas, volunteer, sponsor, kalian semua luar biasa,” ungkap Simon.

Waste Management

Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, mengatakan sesuai dengan tema Pertamina Eco RunFest 2025, Pertamina mengajak semua pihak untuk selalu peduli pada lingkungan dan alam sekitar. Dalam kegiatan ini, masyarakat dapat berkontribusi pada lingkungan. Sampah dan limbah yang terkumpul akan diolah lagi untuk menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

“Sesuai tema Pertamina Eco RunFest 2025 hari ini, yakni Energizing the Unity for Sustainable Living, kami berharap bisa mengajak masyarakat untuk tidak hanya lari tapi juga memiliki pengalaman dan pengetahuan untuk menjalankan hidup yang berkelanjutan,” ujar Arya.

Dia menjelaskan, Pertamina berkolaborasi dengan Waste4Change, perusahaan yang menyediakan solusi pengelolaan sampah (Waste Management) dari hulu ke hilir secara bertanggung  jawab.  Pertamina mengajak peserta merasakan edukasi langsung mengenai bagaimana pengelolaan sampah, melakukan langsung proses pemilahan sampah organik, anorganik dan residu.

Sejumlah rangers, atau tim Waste4Change, secara rutin berkeliling area untuk mengumpulkan sampah dari peserta. Sementara itu, para peserta juga dapat membuang sampah ke tempat sampah unik, berupa ring basket, yang telah disiapkan di beberapa lokasi.

Pada gelaran Pertamina Eco RunFest tahun 2024, dihasilkan kurang lebih 9,8 ton sampah, dan menjadikan event ini ajang berkonsep Zero Waste to Landfill. Hal ini diharapkan juga bisa kembali dilakukan dalam penyelenggaraan tahun ini.

Peserta Eco RunFest 2025 membuang sampah ke tempat sampah unik, berupa ring basket, yang telah disiapkan di beberapa lokasi.

Pandu Priyambodo, Lead Marketing & Partnership Waste4Change, menyampaikan apresiasi kepada Pertamina karena telah berkolaborasi kembali untuk kedua kalinya dengan Pertamina Eco RunFest.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pertamina, karena bisa menjalin kolaborasi kembali. Gelaran ini luar biasa memiliki banyak peminat, dan merupakan satu platform edukasi yang besar, sehingga memberi kami semangat untuk melakukan edukasi kepada para peserta,” ujar Pandu.

Sampah-sampah dan berbagai material yang dikumpulkan dari gelaran ini akan dikirimkan ke fasilitas Material Recovery Facility (MRF) Waste4Change. Kemudian, material sampah tersebut akan diproses detail untuk disortir lebih lanjut dan diproses untuk proses selanjutnya.

Pada ajang ini juga dihadirkan Penyuluh atau Pengedukasi yang berkeliling dan memberikan edukasi kepada pengunjung tentang dampak negatif sampah, jenis sampah, dan pengelolaannya melalui game unik. Kegiatan ini untuk mendorong pengunjung terlibat dalam pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.

Kehadiran Waste4Change di gelaran ini mendapatkan apresiasi dari peserta, yaitu pasangan suami istri Fachri dan Grimaldy. Mereka mengikuti workshop Waste4Change, membuat lilin dari minyak jelantah. Workshop lilin ini memanfaatkan dan mengelola minyak jelantah untuk menjadi kreasi yang bisa bermanfaat, hingga tercipta lilin cantik beraroma.

Menurut Fachri, dia dan keluarga tertarik mengikuti workshop karena ini salah satu program nyata guna mendukung bagaimana semangat Pertamina terhadap Reduce, Reuse, dan Recycle yang mengedepankan upaya membuat sampah yang ada bisa didaur ulang.

Selain pengelolaan sampah, Pertamina juga menghadirkan kelas kreatif daur ulang limbah plastik, tekstil, dan organik. Pengunjung juga dapat menikmati berbagai art installations dari material daur ulang sebagai bagian dari edukasi kreatif dan inspiratif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here