Cluster R2_Rig N 110_M118_Proyek Ulubelu Unit 3 & 4 di Lampung.

Jakarta, Petrominer – PT Pertamina (Persero), melalui anak usaha sektor hulu PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), terus menggenjot produksi energi panas bumi dari 14 wilayah kerja kuasa pengusahaan dan dua wilayah kerja izin panas bumi. Dari seluruh wilayah kerja tersebut, total kapasitas terpasang mencapai 1.877 Mega Watt (MW).

Menurut Direktur Hulu Pertamina, Dharmawan H Samsu, dari 14 wilayah kerja tersebut, terdapat 5 area panas bumi yang sudah berproduksi dan 1 proyek yang sudah selesai konstruksi dioperasikan sendiri oleh PGE, 5 area secara joint operation, 3 dalam fase pengembangan proyek, dan 3 wilayah kerja panas bumi dalam tahap eksplorasi.

“Dengan total kapasitas terpasang sebesar itu, PGE menduduki posisi ke-6 di antara perusahaan panas bumi terbesar di dunia. Kami optimis, ke depan akan mencapai target yang lebih besar lagi,” jelas Dharmawan beberapa waktu lalu.

Lihat juga: Pertamina Percepat Pemanfaatan Energi Bersih

Menurutnya, dari proyek tersebut, kapasitas terpasang yang dioperasikan sendiri oleh PGE (own operation) sebesar 672 MW dan dilakukan melalui skema upstream project dan total project. Proyek berada di Area Kamojang, Jawa Barat dengan kapasitas terpasang sebesar 235 MW, Area Lahendong, Sulawesi Utara (120 MW), Area Karaha, Jawa Barat (30 MW), Area Ulubelu, Lampung (220 MW), Area Sibayak, Sumatra Utara (12 MW), serta Proyek Lumut Balai, Sumatera Selatan dengan pekerjaan konstruksi Unit I (55 MW) dan telah berhasil diselesaikan dengan skema total project.

Selain itu, PGE juga melaksanakan pengusahaan wilayah kerjanya melalui skema Joint Operation Contract (JOC). Dalam skema ini, pembangunan dan pengoperasian lapangan panas bumi yang berada pada WKP PGE tersebut dilaksanakan oleh Kontraktor JOC.

Saat ini, ada 5 JOC yang dikelola oleh PGE yaitu JOC Sarulla di Sumatera Utara, JOC Cibeureum Parabakti (Salak) di Jawa Barat, JOC Darajat di Jawa Barat, JOC Pangalengan (Wayang Windu) di Jawa Barat, dan JOC Tabanan di Bali. Total kapasitas terpasang mencapai 1.205 MW.

“Hingga saat ini, dari seluruh WKP yang dikelola PGE baik own operation maupun JOC, Pertamina berkontribusi sekitar 91 persen dari total kapasitas terpasang panas bumi di Indonesia,” ungkap Dharmawan.

Dalam skema upstream project, PGE bertindak sebagai penjual panas bumi untuk disalurkan ke Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) milik pembeli. Sedangkan dalam skema total project, PGE bertindak sebagai penjual tenaga listrik yang dibangkitkan dari PLTP milik sendiri untuk disalurkan ke jaringan transmisi/distribusi milik PT PLN (Persero) sebagai pembeli.

“Kami akan terus mendukung pemerintah dan mitra dengan PLN untuk mempercepat target 35 ribu MW kelistrikan nasional,” tegasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here