Jakarta, Petrominer – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) telah mengeluarkan penugasan penyediaan dan pendistribusian kuota volume penyaluran Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (JBT) kepada PT Pertamina (Persero) cq PT Pertamina Patra Niaga dan PT AKR Corporindo Tbk. Penetapan kuota ini dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat serta kemampuan keuangan negara.

Kepala BPH Migas, Erika Retnowati, mengatakan kuota JBT yang akan disalurkan tahun 2022 yaitu minyak tanah (kerosene) sebesar 480.000 kilo liter (KL) dan minyak solar (gasoline) sebesar 15,1 Juta KL. Besaran kuota ini telah mempertimbangkan kebutuhan masyarakat serta kemampuan keuangan negara.

“Penetapan kuota ini didasarkan kepada tiga variable dasar perhitungan. Pertama, usulan Kebutuhan JBT Minyak Solar tahun 2022 dari Pemda. Kedua, data realisasi penyaluran JBT minyak solar Pertamina dan AKR tahun 2021 lalu. Dan ketiga, rumusan formula yang sesuai dengan kesepakatan rapat bersama stakeholder,” jelas Erika, Jum’at (7/1).

Menurutnya, penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Kepala BPH Migas Nomor 102/P3JBT/BPHMIGAS/KOM/2021 dan Nomor 103/P3JBT/BPHMIGAS/KOM/2021 tanggal 27 Desember 2021. Dalam regulasi ini, diatur pula apabila terjadi peningkatan kebutuhan atau gangguan distribusi pada suatu daerah Kabupaten/Kota, Pertamina dan AKR dapat melakukan penyesuaian kuota antar penyalur dalam satu Kabupaten/Kota yang sama, sepanjang tidak mempengaruhi jumlah total kuota Kabupaten/Kota tersebut, dengan tetap berkoordinasi dengan BPH Migas dan pemerintah daerah setempat.

“Dalam perubahan kuota suatu wilayah, Pertamina wajib melaporkan kepada BPH Migas, paling lambat satu bulan setelah perubahan. Yang terpenting adalah tepat sasaran penyalurannya, sehingga kuota JBT dikonsumsi oleh yang berhak,” papar Erika.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here