Pertamina Bina Medika IHC menggandeng RS UKRIDA untuk menambah fasilitas penanganan Covid-19 di wilayah Jakarta.

Jakarta, Petrominer – PT Pertamina Bina Medika IHC (Pertamedika IHC) menggandeng RS UKRIDA untuk menambah fasilitas penanganan Covid-19 di wilayah Jakarta. Kerjasama ini dilakukan guna mengantisipasi peningkatan pesat kasus Covid-19 dan telah terisi kapasitas perawatan rumah sakit khusus rujukan Covid-19 hingga maksimal.

Peresmian RS UKRIDA sebagai RS khusus rujukan Covid-19 diselenggarakan secara daring, Senin (11/1). Acara peresmian tersebut dihadiri oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri BUMN Erick Thohir, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan beserta Jajaran, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, Jajaran Dinas Kesehatan Propinsi DKI Jakarta, Jajaran Direksi Pertamedika IHC, Jajaran Direksi PT Upadana dan RS UKRIDA.

Menurut Manager Corporate Communication Pertamedika IHC, Rachmi Ken Andarini, kerjasama Pertamedika IHC dan RS UKRIDA melalui proses penjajakan cukup singkat. Pada tanggal 1 Januari 2021 dilakukan penandatanganan perjanjian kerjasama antara kedua belah pihak yang menandakan secara resmi operasional RS UKRIDA berada di bawah pengelolaan Pertamedika IHC.

“Upaya mobilisasi sumber daya manusia, peralatan dan sistem secara terencana, cepat dan masif menjadi keunikan dalam proses kerjasama ini,” ungkapnya, Selasa (12/1).

Dari segi fasilitas, rumah sakit yang berlokasi di Jl. Arjuna Utara No 145 Jakata Barat tersebut telah siap beroperasi sebagai RS rujukan Covid-19. RS UKRIDA memiliki kapasitas 240 bed, yang terdiri dari 37 bed ICU dan 203 bed kamar isolasi yang dilengkapi dengan ventilator, high flow nasal canule, dan ruangan bertekanan negatif. Tak hanya itu, kelengkapan fasilitas penanganan Covid-19 tersebut juga ditunjang dengan alat kedokteran yang canggih seperti mesin HD, Cathlab, Radiologi, dan CT-Scan.

Sementara dari segi tenaga medis telah disiapkan melalui dua tahap. Tahap pertama sudah terpenuhi sebanyak 274 orang yang terdiri dari internal RS UKRIDA maupun penugasan dari Pertamedika IHC kemudian ditambah lagi dengan tenaga kerja rekrutan baru bekerja sama dengan PPSDM sebanyak 168 orang. Untuk proses pemenuhan tenaga tahap kedua, sedang dipersiapkan sebanyak total 459 yang sedang berjalan dengan Dinas kesehatan melalui PPSDM.

Selama proses persiapan kelengkapan fasilitas penanganan Covid-19 di RS UKRIDA, Pemerintah DKI Jakarta turut berperan sangat aktif dalam memberikan dukungan. Salah satunya dengan menerbitkan Keputusan Gubernur DKI Jakarta No. 14 tahun 2021 tentang Perubahan ketiga atas Keputusan Gubernur No. 378 tahun 2020 tentang rumah sakit rujukan penanggulangan Covid-19. Kepgub ini menunjuk RS UKRIDA menjadi RS rujukan Covid-19 di wilayah DKI Jakarta, sehingga memberikan dasar legitimasi yang kuat untuk menjalankan pelayanan Covid-19 bagi masyarakat yang membutuhkan.

Pertamedika IHC selaku Holding RS BUMN memiliki jaringan layanan kesehatan yang tersebar di hingga pelosok negeri yang terdiri dari 73 Rumah Sakit dan 159 jaringan Klinik. Hingga 9 Januari 2021, tercatat RS BUMN memiliki fasilitas penanganan khusus Covid-19 sebanyak 3.210 bed Covid-19 dan 369 bed ICU Covid-19 dengan total jumlah pasien yang telah ditangani sebanyak 71.025 pasien dan tes PCR sebanyak 850.006 tes.

Direktur Utama Pertamedika IHC dr. Fathema Djan Rachmat mengungkapkan bahwa Pertamedika IHC dengan seluruh jaringannya akan selalu menghadirkan pelayanan yang optimal guna memberikan nilai tambah yang lebih baik bagi Indonesia.

“Dengan masih meningkatnya kasus Covid-19 di Indonesia tentu dibutuhkan sinergi dari seluruh stakeholders di bidang kesehatan dalam menanggulangi pandemi ini. Peresmian RS UKRIDA sebagai RS rujukan Covid-19 ini diharapkan dapat menjadi model kerja sama antara RS BUMN dan RS Swasta, sehingga secara singkat dan cepat dapat meningkatkan kapasitas layanan Covid-19 di DKI Jakarta,” ungkapnya.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menjelaskan bahwa Provinsi DKI Jakarta telah memiliki 101 rumah sakit rujukan Covid-19. Kondisi ketersediaan tempat tidur rumah sakit rujukan di Ibukota Jakarta pun kian menipis.

Untuk itu, Pemerintah harus segera mengambil langkah-langkah strategis dalam mengatasi kekurangan tempat tidur di DKI Jakarta. Dukungan dari berbagai pihak kepada RS UKRIDA untuk memberikan pelayanan bagi pasien Covid-19 dan menjadi RS Rujukan ini sangat membantu Pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19.

“Secara pengelolaan RS, kerjasama operasional antara Holding RS BUMN dan RS swasta memiliki banyak manfaat, antara lain adanya kemudahan dalam Pengadaan Alat Kesehatan, BMHP dan Fasilitas Penunjang Medis, adanya peningkatan mutu dan standar pelayanan, transfer of knowledge dan upskilling tenaga medis” ujar Budi.

Dia pun mengucapkan terima kasih kepada Pertamedika IHC sebagai Holding RS BUMN yang telah merealisasikan skema kerjasama ini. Kedepannya, Menkes berharap akan lebih banyak kerjasama serupa demi percepatan penanganan pandemi Covid-19.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here