Kegiatan pembukaan lahan di Iliran High Blok Rimau dalam rangka pelaksanaan uji coba penambangan minyak terbuka oleh LEMIGAS bersama Medco E&P Indonesia.

Jakarta, Petrominer – Istilah penambangan minyak terbuka atau open pit oil mining mungkin masih asing di Indonesia. Bagaimana mungkin bisa mengambil minyak begitu saja dari dalam tanah tanpa melalui pengeboran dan penyedotan dengan pipa melalui sumur.

Penambangan minyak terbuka merupakan salah satu terobosan teknologi di industri hulu minyak dan gas bumi (migas). Teknologi ini sudah diimplementasikan secara komersil di Kanada. Namun di luar itu, belum ada satu pun negara yang melakukannya.

Sementara di Indonesia, kegiatan ini baru pertama kali diperkenalkan. Adalah PPPTMGB “LEMIGAS”, Badan Litbang ESDM, bersama PT Medco E&P Indonesia yang akan melaksanakan Uji Coba Penambangan Minyak Terbuka (Open Pit Oil Mining Pilot Project).

Uji coba ini untuk mengetahui volume minyak yang bisa diambil. Selain itu, juga dalam upaya mitigasi lingkungan yang harus dilakukan dan keekonomiannya sebagai dasar menentukan langkah selanjutnya. Lokasi uji coba berada di Desa Tanjung Laut, Kecamatan Suak Tapeh, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Wilayah ini masuk dalam Blok Rimau, yang dikelola Medco E&P Indonesia.

Metode penambangan minyak terbuka dipilih setelah Medco E&P Indonesia mengimplementasikan beberapa teknologi dalam mengembangkan potensi minyak berat di area tersebut, yakni Iliran High. Pasalnya, potensi minyak berada pada kedalaman dangkal.

Sejak tahun 2004, Medco E&P Indonesia memulai survei geologi dan seismik sampai tahun 2010. Kemudian pada tahun-tahun berikutnya, dilanjutkan dengan pengeboran, tes sumur, eksplorasi, pekerjaan laboratorium, serta studi geologi, geofisika dan reservoir.

Tahun 2015-2018 dilakukan studi distribusi reservoir, pengeboran, dan teknologi produksi secara sumuran. Sampai pada tahap ini, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) tersebut menilai metode sumuran untuk memproduksikan minyak berat kurang optimal. Selanjutnya, opsi oil mining segera dipertimbangkan, diawali dengan open pit trial.

Menurut Koordinator Kelompok Pelaksana Penelitian dan Pengembangan (KP3) Teknologi Eksploitasi PPPTMGB “LEMIGAS”, Usman Pasarai, kegiatan ini merupakan tindak lanjut Keputusan Menteri ESDM Nomor 111.K/11/MEM/2019 yang menugaskan PPPTMGB “LEMIGAS” untuk bekerja sama dengan PT Medco E&P Indonesia untuk melakukan open pit trial selama empat sampai enam bulan.

“Uji coba penambangan minyak terbuka oil sands ini merupakan upaya Badan Litbang ESDM dan PT Medco E&P Indonesia dalam mencari terobosan teknologi yang sesuai guna meningkatkan produksi minyak nasional,” ujar Usman.

Sebelumnya, LEMIGAS dan Medco E&P Indonesia telah merintis uji coba metode ini pada skala laboratorium sejak tahun 2018. Kini dilanjutkan dengan ekskavasi untuk pengambilan sampel ore, yaitu batuan pasir yang jenuh minyak.

“Uji coba ini bagian dari eksplorasi untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam studi kelayakan. Para Peneliti LEMIGAS akan menguji ore yang sudah diambil dan melakukan evaluasi atas aspek lingkungan dari operasi ekskavasi yang sudah dilakukan,” jelasnya.

Skema uji coba penambangan minyak terbuka yang dilakukan LEMIGAS bersama PT Medco E&P Indonesia di Area Iliran High Blok Rimau, Banyuasin, Sumatera Selatan.

Apresiasi Pemda

Sebelum uji coba pertambangan minyak terbuka ini dilaksanakan, LEMIGAS dan Medco E&P Indonesia menyampaikan perkembangan uji coba ini kepada Bupati Kabupaten Banyasin, Askolani, di ruang kerjanya, Selasa (14/7).

Askolani sangat mengapreasi kegiatan tersebut. Dia berharap pilot proyek ini berdampak positif bagi Kabupaten Banyuasin.

“Kami siap membantu sesuai kemampuan dan kewenangan di tingkat Pemerintah Kabupaten, sesuai instruksi Presiden Jokowi untuk mempermudah dan memfasilitasi pengusahaan migas ini,” ungkap Askolani.

Dia pun menghimbau masyarakat di lokasi pilot proyek untuk turut membantu kelancaran kegiatan. Pasalnya, kegiatan tersebut akan memberi peluang yang sangat besar bagi masyarakat maupun Kabupaten Banyuasin.

Sementara Manager Operasi Medco E&P Indonesia Region Sumatra Selatan, Sutami, menjelaskan bahwa LEMIGAS dan Medco E&P Indonesia telah melaksanakan berbagai tahapan kegiatan, mulai dari pra kontruksi seperti land acquisition, dan ijin lingkungan. Tidak hanya itu, pihak pelaksana juga telah melakukan konstruksi seperti land clearing, site preparation, pengambilan dan pengiriman ore ke laboratorium untuk pengujian recovery factor hingga kegiatan revegatasi lahan.

“Sosialisasi uji coba penambangan kepada masyarakat juga terus digalakkan dan memaksimal peran serta masyarakat dalam kegiatan ini, sehingga memberikan dampak sosial ekonomi yang positif kepada masyarakat,” jelas Sutami.

Dia juga menegaskan bahwa kegiatan open pit oil mining ini dilaksanakan dengan berpedoman pada Peraturan Gubernur Sumatera Selatan Nomor 17 Tahun 2005 tentang Baku Mutu Udara Ambien dan Baku Mutu Suara Kebisingan. Penanganan lokasi tambang telah dilakukan dengan baik, seperti pengembalian material sisa tambang (overburden), penyebaran tanah opucuk, penanaman kembali lahan bekas tambang dengan pohon sawit, karet, dan kacang-kacangan. Sementara kegiatan pengambilan 40 ton sampel ore untuk penelitian tambang terbuka sudah diselesaikan dengan baik, termasuk pelaksanaan Protokol Covid-19 di lokasi open pit.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here